Arumi dan Immanuel menjalani hidup mereka seperti biasanya, setelah beberapa hari setelah kejadian itu, Arumi menjadi lebih sedikit pendiam, ia hanya menahan dirinya agar tidak membuat kandungannya bermasalah meski terkadang hatinya begitu sedih saat ia memantau kedekatan Dayna dan suaminya yang begitu menyakiti hatinya. Meski begitu sifat Immanuel tak sedikit pun berubah kepadanya, entah dirinya yang merasa bodoh atau Immanuel yang begitu pintar menyembunyikan semuanya. “Bu Arumiiiii” panggil Tasya, Arumi pun tersadar dari lamunannya. “Ehh iya, Sya ada apa?” tanya Arumi. “Ibu ngelamunin apa? Dari tadi saya panggil ga denger ya?” ucap Tasya. “Ohh itu, maaf, ada apa?” ucap Arumi. “Ehmm itu, Mbak Dayna ada dibawah, katanya pengen ketemu bu Arumi” ucap Tasya, jantung Arumi

