Bab. 25 - Setiap yang Hidup pasti Akan Mati

1086 Kata

Hari ini cuaca seakan ikut berkabung atas kepergian Fatimah untuk selamanya, duka menyelimuti keluarga Kiayi Safi’i. Fatimah yang memang sejak lama menderita sakit, berjuang bertahan hidup, kini pasrah pada takdir yang membawanya kembali menghadap Tuhan yang Maha Esa. Sekitar pukul dua siang, Pak Sholihin mendapat kabar dari Kiayi bahwa istri pertamanya sudah menghembuskan napas terakhir, buru-buru Pak Sholihin mengumumkan berita duka tersebut melalui toa Masjid kepada seluruh warga Desa Ramah Tamah. Warga Desa Ramah Tamah yang mendengar berita itu serempak mengucap ‘innalillahi wa innailaihi rojiuun’ bagi yang muslim. mereka ikut berdukacita atas kematian Fatimah. Rumah Kiayi mulai dipasang tenda, lalu kursi-kursi disusun rapi untuk para pelayat yang ingin datang. semua proses dilakuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN