Kucing bernama Jessie itu akhirnya selesai dimandikan. Alyn kemudian mengambil handuk dan segera membopong kucing Jessie dari wastafel khusus mandi hewan. Setelah itu, ia mengeringkan bulu-bulu tebalnya. Dengan sangat hati-hati, menggunakan hair dryer. Suara alat pengering bulu itu lumayan keras, sehingga tidak tercipta pembicaraan di sini. "Shiip, sudah kering... Apa kau merasa lebih baik, Jessie?" Tanya Alyn pada kucing Jessie sambil mengusap-usap kepala sampai ke punggungnya. "Meong..." Alyn tersenyum. "Good girl... sekarang waktunya suntik vaksin!" Jane terus saja menatap ke arah Alyn, hal ini membuat Alyn tidak nyaman. "Apa Nona ingin menggendong kucing Nona?" Tanya Alyn. "Itu kan tugas Anda. Lakukan sampai selesai." Jawab Jane. Alyn mengerutkan keningnya. Dari nada bicaranya

