Di depan kamar inap Alyn... "Kau bisa memindahkan Alyn ke bangsal setelah ini." Kata dr. Zia. "Hn. Terima kasih sudah datang." Kata Tristan. "..." dr. Zia memandangi Tristan yang duduk di sebuah kursi dari plastik. Tristan merasa risih karena dipandangi seperti itu. "Ada yang salah denganku?" "..." dr. Zia menggeleng dan tersenyum simpul setelahnya. "Jangan bilang ada jejak sungai di sudut bibirku? Aku tidak akan percaya jika kau benar-benar mengatakan aku sedang ngiler!" "Ha ha ha... Kau ini pemikirannya selalu di luar kepala ya? Out of the box dari kebanyakan orang." "Cih, pergi sana kalau hanya mau meledekku! Aku mau melihat Alyn." "..." dr. Zia masih tersenyum memandangi Tristan. "Berhenti memandangiku dan tersenyum tidak jelas seperti itu!" "Syukur ya?" "Syukur?" Tristan m

