"Kau mimpi buruk? Keningmu berkeringat." Tanya Tristan. Ia mengambil tisu dari nakas dan menggunakannya untuk mengelap keringat di kening Alyn. Sebagai seorang dokter, Tristan tau ini bukan keringat karena sakit demam atau penyakit lainnya. Ini keringat karena mimpi. Keringat yang luar biasa banyaknya. Memang apa yang Alyn impikan sih sampai bisa berkeringat sebanyak ini? Kalau tidak salah, tadi Alyn bahkan sempat mengigau juga, kan? Jadi khawatir lagi, kan? "Tristan, aku di rumah sakit ya? Janinnya bagaimana?" Alyn tidak menjawab pertanyaan dari Tristan. Ia sibuk mengusap perutnya dan ia lega karena perutnya masih besar. Janinnya aman, kan? "Bagaimana perasaan Anda, Nona Alyn?" Seorang dokter cantik masuk ke dalam kamar Alyn sebelum Tristan mampu menjawab pertanyaan dari Alyn. Alyn

