Kembali ke Cafe dan restoran tempat Tristan dan Aldo bertemu. Masih sama, tidak ada pembicaraan berarti ketika hidangan yang mereka pesan datang. Tristan sama sekali tidak bisa menyela karena Aldo sangat fokus dengan makanannya. Aldo memang sangat menyukai makan, apa lagi gratis dan makanan mahal seperti ini. "Mas Tristan nampak gelisah, sedih karena menghabiskan banyak uang untukku?" Ucap Aldo di sela acara makannya. Tristan tak begitu berselera makan. Ia lebih banyak minum. Salad yang ia pesan saja hanya beberapa sendok yang masuk ke dalam mulutnya. Ketika Aldo berbicara, ia hanya meletakkan sendok dan garpunya, kemudian menatap adik mantan tunangannya itu. "Sudah aku bilang, uang bukan Masalah untukku. Jangan khawatir. Kau mau nambah kalkun satu lagi pun, aku tak masalah." Tristan ha

