Malam semakin larut, keadaan sekitar mansion semakin sunyi dan senyap. Sebagian besar para penghuni kediaman William telah terlelap dalam mimpinya. Namun lain dengan Raja, pria itu sama sekali belum bisa memejamkan mata. Sedangkan KItty berusaha menahan kantuknya, ia tidak enak jika tidur saat majikannya masih terjaga.
“Kitty, tidurlah. Hari sudah malam,” perintah pria itu seraya menepuk-nepuk b****g Kitty yang terbalut selimut tebal. Pria itu terlihat menguap beberapa kali, tetapi tak juga memejamkan mata.
“Bagaimana aku bisa tidur saat Tuan terus memandangiku tanpa berkedip seperti itu? Ditambah lagi, Tuan menepuk-nepuk bagian yang agak ... sensitif. Yang ada jantungku akan meledak karenanya,” gerutu Hitam.
"Tuan, sebaiknya Anda tidur. Hari sudah sangat larut. Kita sambung lagi besok. Besok, saya akan mendengarkan apa pun yang Tuan ceritakan,” ucap Kitty seraya mengulurkan kaki depannya menyentuh wajah Raja.
“Kamu menyuruh aku juga tidur?” tanya Raja sedikit memahami apa maksud Kitty.
Kitty mengangguk, mengiyakan. Raja tertawa kecil. Ia senang melihat Kitty begitu pandai dan memahaminya.
“Kamu benar-benar menggemaskan. Kamu begitu perhatian, Kamu paham apa yang aku katakan meski Kamu hanya seekor kucing. Jika saja Kamu adalah manusia, sudah pasti aku akan menjadikanmu sebagai kekasihku. Tentu saja rasa sayangku akan lebih besar lagi,” ucap Raja.
“Tuan, aku mohon jaga ucapan Anda. Atau aku benar-benar akan merasa ini nyata. Aku ini hanya kucing, Tuan. Hanya kucing,” ucap Kitty. Kitty merasa bingung dengan dirinya sendiri yang semakin lama semakin sensitif.
“Kenapa? Apa Kamu tidak suka jika menjadi istriku?” Raja kembali tertawa.
“Tentu saja suka, Tuan. Tapi aku tidak boleh berharap banyak. Aku dan Tuan adalah makhluk yang berbeda ....” gumam Kitty dengan hati yang kecewa. Ia tahu ucapan Raja hanyalah gurauan saja.
“Ah, ya ... kenapa aku tidak menjodohkan Tuan dengan wanita kemarin? Sepertinya dia wanita baik. Leon pun tampaknya ingin melihat mereka bersatu. Tidak ada salahnya kan kalau aku berusaha membuat trauma Tuan menghilang? Ketakutannya kepadaku saja bisa sembuh. Ketakutan kepada manusia pasti juga bisa kan? Jika Tuan bisa dekat dan mereka bisa menjadi sepasang kekasih, pasti Tuan akan bahagia," pikir Kitty.
“Lagipula ... jika Tuan bisa memiliki pasangan, siapa tahu perasaan kurang ajar-ku ini bisa menghilang sendirinya? Yah, sepertinya akan lebih baik seperti itu. Tuan menyayangiku sebagai hewan peliharaannya, maka aku juga akan menyayanginya sebagai tuanku saja," ucap Kitty seraya memejamkan mata.
Ia memutuskan untuk segera tidur meski Raja belum juga menutup matanya. Kitty tak ingin melihat wajah Raja lagi atau hatinya kembali tidak karuan.
Kruyukkkk.
Perut Raja berbunyi dengan begitu kerasnya. Membuat Kitty yang tadinya memejamkan mata, kini membuka matanya kembali dan menatap wajah pria itu.
“Tuan lapar?” tanya Kitty.
“Hahaha, aku tahu Kamu ingin bertanya apa. Kamu pasti mempertanyakan suara perutku, kan? Iya, aku lapar. Karena semalam, tidak sempat memakan apa pun,” ucap Raja. "Dan sialnya, aku menolak makanan yang Leon tawarkan."
“Panggil saja Leon, Tuan. Suruh dia buatkan makanan untuk Anda,” ucap Kitty.
“Aku ingin membangunkan Leon, tapi aku tidak tega melakukannya. Dia sudah sangat kerepotan mengurusku dari semalam. Dia pasti sangat lelah,” ucap Raja.
“Iya, juga. Ya ... andai saja aku mempunyai tangan. Aku akan memasakkan Tuan, masakan terlezat di dunia,” ucap Kitty.
Tiba-tiba saja Raja bangkit dari tidurnya. Membuat Kitty sangat terkejut, kucing itu lantas ikut bangun dan duduk di samping tuannya.
“Apa yang ingin Tuan lakukan?” tanya Kitty penasaran.
“Mari kita ke dapur, mencari makanan jika mungkin ada. Siapa tahu ada makanan sisa di sana,” ucap Raja.
Pria itu menjulurkan kakinya, menapaki lantai lalu memakai sandal rumahnya yang berbentuk kelinci. Lalu pria itu melangkahkan kakinya.
“Ayo, Kitty!” ajak Raja saat Kitty justru terdiam di atas ranjangnya.
Kitty dengan cepat melompat turun dari atas kasur. Lalu ia mengikuti langkah kaki Raja yang hendak menuju ke dapur.
Kitty merasa ngeri karena semuanya gelap gulita dan sunyi saat Raja membuka pintu, seperti di hutan saja. Tentu saja, hanya ada dirinya dan raja di rumah itu. sementara yang lainnya tidur di rumah belakang dan sebagian melakukan tugas jaga malam di sekeliling rumah. Jadi, lampu di rumah utama dibiarkan mati dan keadaan pun semakin sunyi.
Akan tetapi, ketakutan Hitam tak bertahan lama karena semua lampu otomatis menyala tiap kali Raja melangkahkan kakinya. Keadaan rumah itu menjadi terang benderang dan tak lagi gelap. Kitty pun sampai menganga takjub dibuatnya.
“Wah, semua yang ada di rumah ini benar-benar canggih. Yah, tidak heran sih. Kekayaan tuan Raja bahkan tak akan habis untuk melakukan hal lebih dari ini,” ucap Kitty.
Kitty terlarut ke dalam rasa kagumnya, hingga tanpa terasa mereka telah sampai di dapur utama yang besar dan tak kalah canggih dari ruangan lainnya. Kitty lagi-lagi dibuat takjub, meski ia tidak tahu benda apa yang ada di sana.
Raja membuka lemari es besar yang ada di ujung ruangan itu. Pria itu berdecak kesal saat hanya ada dessert, s**u dan buah-buah serta bahan makanan mentah di sana. Sementara Kitty kembali takjub saat melihat ada kotak dingin yang penuh makanan.
Pria itu lantas kembali menutupnya dan mencari ke lemari es kedua. Namun hasilnya sama, di lemari es kedua hanya berisi daging, ayam, ikan, telur dan makanan instan lainnya. Rupanya tempat itu adalah penyimpanan khusus makanan beku. Saliva Kitty hampir saja meleleh melihat aneka makanan lezat itu. Apalagi saat melihat ikan yang jumlahnya sangat banyak.
Raja menutup kembali pintu lemari es. Lalu ia berjalan menuju ke kabinet dapur. Satu per satu ia buka, tetapi hasilnya tetap sama. Hanya ada bahan makanan dan set peralatan makan di sana. Raja memang tidak tahu sama sekali di mana anak buahnya menyimpan makanan. Maklum saja, Raja sama sekali tidak mengetahui seluk-beluk dapur. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tempat itu.
“Lucu sekali kan, Kitty? Di saat aku lapar seperti ini, aku tidak bisa sekedar membuat makanan untukku sendiri. Karena memang selama ini aku selalu bergantung kepada para pelayan dan koki,” ucap Raja menertawakan dirinya.
“Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku buat, bahan apa yang diperlukan juga bagaimana cara membuatnya,” tambah pria itu lagi.
“Tuan, saya mohon. Tuan tunggu sebentar. Aku akan mencari bantuan,” ucap Kitty merasa kasihan pada tuannya. Kucing itu berlari dengan cepat meninggalkan majikannya.
“Hei, Kamu mau ke mana, Kitty? Jangan berlari, Kitty. Atau Kamu akan terluka lagi,” teriak Raja memanggil kucing itu. Akan tetapi, Kitty telah menghilang dalam sekejap mata.