Brakkk! Wanita itu menghempaskan pintu mobil pick up yang ia tumpangi dengan kasar. Ia lantas meraih sapu tangan dari tas tangan yang ia bawa untuk mengusap wajah. Wajahnya yang penuh keringat tampak masam. Terlihat sekali bahwa ia sedang kesal. Sejak tiga jam yang lalu, ia berusaha untuk menghubungi Raja. Agar pria itu membantunya pindah ke rumah kontrakannya yang baru. Selain itu, ia juga memiliki niat lainnya yaitu untuk mencari simpati kekasihnya. Namun, sepertinya pria itu menonaktifkan ponselnya. Membuat Stella tak dapat menghubunginya. Leon pun sama, nomor pria itu juga dialihkan ke kotak suara. Padahal, ia sangat berharap Raja akan datang membantunya. Atau paling tidak, pria itu akan meminjamkan mobilnya untuk mengangkut barang-barang untuk mengurangi pengeluarannya. Akan tetap

