“Kitty ....” Lirih pria itu berkata seraya membawa naik Kitty ke lantai atas. Kenapa, Tuan? Kenapa sekarang Kau tampakkan wajah sedihmu setelah Kau ingin mencampakkan aku. Kau ingin membuangku, kan? Tidak mungkin Leon melakukan sesuatu dengan gegabah tanpa instruksimu. Benarkah ini keinginanmu untuk membuangku, Tuan? Atau ini hanyalah sebuah kesalah pahamanku saja? batin kucing itu seraya terus memandang wajah tuannya dengan pandangan yang tidak bisa ia artikan. Kitty menunggu pria itu berbicara lagi, menjelaskan segalanya. Akan tetapi, sampai mereka tiba di kamar pria itu, Raja tak mengucapkan sepatah kata pun lagi. Kenapa tuan tak berbicara apa pun lagi? batin Kitty. Drrt drtt. Ponsel Raja bergetar, pria itu mengambil ponselnya, masih dengan mendekap Kitty di bagian depan tubuhnya

