BAB 132

2248 Kata

Air mata mengalir dengan deras, membasahi pipi gadis itu. sementara seorang pria menjaganya, mengambil kain kompres dari kepala gadis itu mencelupkan ke dalam air, memerasnya lalu menempelkannya lagi di atas dahi. “Kamu sebenarnya kenapa? Bahkan dalam pejam pun, Kamu menangis. Jujur saja, aku sangat terkejut dengan perubahan wujudmu yang tiba-tiba. Apakah memang setiap hari seperti ini? Apakah Kamu bisa berubah setiap hari?” Pria itu menatap lekat-lekat wanita yang kini tidak sadarkan diri itu. Satu jam yang lalu. Pria itu mengusap peluh yang membasahi keningnya. Jam kerjanya baru berakhir lima belas menit yang lalu. Tubuhnya terasa remuk, pasalnya ... hampir semalaman penuh ia tidak tidur dan siangnya ia harus bertugas. Ia harus menjaga pintu gerbang di tengah teriknya matahari. Jika i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN