Perlahan, dengan tangan gemetar pria itu menyibak selimut tebal yang membalut tubuh gadis itu. saat selimut itu terbuka, Raja sangat terkejut. Pasalnya, gadis itu ternyata tidak mengenakan apa pun untuk menutupi bagian tubuhnya. Wajah Raja seketika menjadi merah padam. Ada rasa malu, ada rasa yang bergejolak di dalam d**a pria yang belum pernah mengenal apa itu cinta selama dua puluh delapan tahun hidupnya.
Sangat jelas. Kulit putih bersih gadis itu, kedua bagian bulat yang terlihat begitu padat dan menggemaskan. Apalagi tangan Kitty yang bersidekap membuatnya semakin terdesak dan menonjol. Sementara bagian bawahnya hanya sedikit terlihat karena terapit oleh kedua kaki gadis itu. Raja semakin memerah ketika melihatnya, dalam hati pria itu semakin penasaran. Jiwa kelelakiannya timbul.
“Ya ampun, kenapa mimpi ini nyata sekali? Kenapa juga aku harus melihat itu?” Raja sangat malu karena telah melihat bagian tubuh Kitty secara jelas.
“Tapi ... ini kan hanya mimpi? Kenapa pula aku harus malu? Kenapa aku harus berdebar-debar saat melihat bagian tubuh wanita?” gumam Raja. Pria itu mengusap wajahnya frustasi.
Pria itu lantas memberanikan diri untuk membuka matanya. Ia ingin melihat gadis itu sekali lagi. Namun yang ia rasakan justru semakin panas dan menggelora. Raja jadi semakin ingin menyentuh gadis yang bahkan sama sekali tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya.
Tangan pria itu terulur kembali, tetapi kali ini bukan hanya menyentuh. Raja merengkuh tubuh polos itu ke dalam pelukannya. Pria itu merasakan kembali debaran di dadanya dan secara naluriah membuat dirinya melakukan hal yang di luar nalarnya. Rasanya entah mengapa begitu bahagia saat ia memeluk gadis cantik itu, perasaan pria yang biasanya tidak mau bersentuhan dengan wanita itu begitu sulit untuk digambarkan.
Kenapa tanganku seperti bergerak sendiri, ya? Kenapa aku ingin memeluknya, menyentuhnya lebih lagi? Raja menggelengkan kepalanya lalu tertawa. “Ini kan hanya mimpi.”
“Baiklah, karena ini hanya mimpi, maka aku akan menikmati momen ini.” Raja mengeratkan pelukannya di tubuh Kitty. Sangat erat hingga pria itu dapat merasakan tubuh gadis itu sedikit dingin.
“Kenapa tubuhmu sangat dingin? Kamu sepertinya sangat kedinginan, ya? Kalau begitu, biarkan aku menghangatkanmu,” ucap Raja. Pria itu semakin mendekatkan tubuhnya, memeluk gadis itu lebih erat lagi.
“Apakah begini rasanya saat aku memiliki pendamping hidup nanti. Ada seseorang yang bisa aku peluk, ada seseorang yang bisa aku perhatikan saat ia tidur.” Raja menatap seluruh bagian wajah gadis itu. Sempurna, begitu pikirnya. Ia tak menyangka benar-benar ada wanita yang sangat cantik meski tanpa polesan make up.
Pria itu mendekatkan wajahnya. Di luar kendalinya, bibirnya dengan berani mengecup bibir gadis itu. Hanya sekilas saja.
“Dingin dan lembut,” ucap Raja setelah menjauhkan wajahnya. Perasaannya semakin tidak karuan setelah ia mencium gadis yang tertidur tadi. Rasanya jantungnya sebentar lagi akan meledak karenanya.
“Aku ingin lebih. Bolehkah aku menciummu sekali lagi? Tapi kali ini mungkin akan lebih dalam dan lebih lama,” ucap pria itu meski gadis yang berada di alam bawah sadar itu tidak akan pernah mengiyakan atau menolak.
Raja tersenyum. "Aku mengartikan kediamanmu sebagai tanda persetujuan."
Cup.
Raja kembali mengecup bibir Kitty, kali ini bukan hanya mengecup, pria itu mengikuti nalurinya, melumat bibir gadis itu seperti apa yang diinginkan hatinya. Lama sekali, Raja melakukannya, memuaskan keinginan yang tidak pernah timbul selama ini. Ia pria dewasa yang bahkan belum pernah menyentuh seorang wanita kini berubah menjadi sosok pria yang berbeda, yang memiliki keinginan begitu liar.
Kitty membuka matanya saat ia merasakan adanya sesuatu yang menggigit-gigit bibirnya. Ia juga merasa bahwa bibirnya basah. Gadis itu membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat Raja tengah memagut bibirnya. Pria itu menciumnya dengan penuh na*su seolah-olah Raja akan memakannya. Kitty sangat terkejut sampai-sampai tanpa sadar ia membuka bibirnya. Di saat itulah, Raja memanfaatkan kesempatan yang ada. Pria itu menelusupkan lidahnya, menjelajahi mulut gadis itu dengan begitu liar.
Apa? Apa dia Tuan yang aku kenal? Tuan ... Tuan ... melakukan hal ini padaku? Lalu, bagaimana ceritanya aku bisa berakhir di ranjang ini? batin Kitty yang terdiam kaku dan masih terus diserang oleh Raja.
“Eummh.” Kitty tak dapat menahan diri untuk tidak melenguh ketika Raja terus memperdalam ciuman mereka. Hasrat di dalam dirinya sepertinya juga timbul karena perbuatan Raja. Raja yang semula menutup matanya kini menatap Kitty tanpa berkedip karena mendengar lenguhan gadis itu. Pria itu lantas melepaskan ciuman mereka dan malu-malu.
"Ka-mu bangun? Lihatlah Kamu begitu indah saat membuka mata." Raja mengulurkan tangan menyentuh pipi Kitty. "Kamu sangat cantik dan menawan seperti bidadari, matamu juga begitu indah seperti berlian. Kamu ini nyata atau hanya khayalanku? Kenapa Kamu begitu sempurna? Aku jadi ingin menyentuhmu, lagi dan lagi."
Deg.
Jantung Kitty rasanya ingin melompat keluar saat Raja terus saja memujinya. Gadis itu merasa sangat bahagia melihat tatapan memuja Raja kepadanya. Apalagi saat ia tahu kalau ternyata Raja tidak takut pada sosok manusia-nya.
"Aku—" Ucapan Kitty terhenti kala pria itu telah kembali memagut bibirnya dengan begitu liar. Raja tidak membiarkan Kitty berkata apa pun.
Pria itu kini berada di atasnya dengan satu tangan menumpu pada kasur. Raja benar-benar hilang kendali, bukan seperti Raja yang biasanya. Bahkan, Kitty sampai tidak menyadari jika pria itu telah melepas seluruh pakaiannya. Hingga akhirnya pria itu sama polosnya dengan dirinya.
Wajah Kitty merah padam saat melihat tubuh kekar Raja dengan sangat jelas. Seluruh bagian tubuh pria itu terpahat dengan begitu sempurna. Membuat jantung gadis itu berdebaran tidak karuan.
"Bolehkah aku melakukannya kepadamu? Bukankah Kamu hanya Dewi mimpi-ku? Jadi tidak masalah kan kalau aku menyentuh dirimu?" tanya pria yang telah diselimuti kabut gairah. Pria itu menatap wajah Kitty dengan intens.
"Tuan ...." Kitty bingung harus menjawab apa. Ia juga tidak dapat memahami ucapan pria itu. Ia tidak paham, pria itu akan melakukan apa padanya.
Pria itu tersenyum senang karena Kitty tidak menolaknya. "Kamu tidak menolakku, aku anggap Kamu setuju."
Pria itu menarik selimut tebal itu untuk membalut tubuh polos mereka. Detik berikutnya, Raja kembali memagut bibir gadis itu, juga memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat seluruh tubuh Kitty meremang. Bukan hanya hati, seluruh bagian tubuh gadis itu rasanya panas dan tidak karuan.
Kenapa aku tidak bisa menolaknya? Kenapa aku membiarkan Tuan menyentuhku? Aku ini kucing, bagaimana jika Tuan tahu .... Kitty merasa seperti melayang saat Raja menciumi seluruh titik sensitifnya.
"Ah!" Gadis itu merasakan sakit, saat ada sesuatu yang berusaha memasuki pusat dirinya. Matanya terbelalak saat melihat pria itu hendak melakukan hal itu padanya. Kitty menarik dirinya dengan cepat sebelum hal itu benar-benar terjadi.
"Tidak, Tuan. Ini tidak boleh terjadi!"
"Kenapa? Bukankah tadi Kamu tidak menolakku?" Pria itu kembali mendekat, hendak melanjutkan aktivitas mereka. Sepertinya Raja memang terlalu mabuk.
Kitty ketakutan. Akan tetapi, ia tidak ingin hal itu terjadi sekarang. Gadis itu memejamkan mata lalu memukul bagian belakang kepala Raja dengan tangannya. Pukulan ringan gadis itu berhasil membuat pria itu jatuh pingsan tak sadarkan diri.
"Tuan tidak apa-apa kan ya?" Kitty sangat takut dan tidak menyangka pukulan kecilnya membuat Raja pingsan. Satu hal yang Kitty sadari, sepertinya ia juga mahir tentang bela diri.
Kitty lega saat memastikan bahwa Raja baik-baik saja. Kitty lantas membetulkan posisi tidur Raja lalu kembali menyelimuti pria itu.
"Maafkan aku, Tuan. Aku terpaksa harus membuatmu pingsan. Aku benar-benar tidak bisa, meski sebenarnya aku juga menginginkanmu. Kita berbeda, Tuan. Selamanya Kitty-mu ini hanya seekor kucing Tuan dan mustahil untuk jadi manusia seutuhnya. Aku sangat tidak pantas untuk bersanding denganmu." Kitty menangis, menangisi nasibnya yang jatuh cinta pada seorang manusia.