BAB 127

1209 Kata

Kedua orang itu sudah berada di dalam kereta, menunggu para pelayan menaikkan beberapa bahan makanan, buah-buahan, kain dan lainnya untuk Raja Phillips berikan kepada Athura. Sebagai oleh-oleh untuk keluarga panglima perang lebih tepatnya. “Bunda, banyak sekali kita membawa oleh-oleh?” tanya Kai keheranan saat ada tiga kereta lainnya di belakang mereka yang kini telah berisi penuh barang-barang. “Tidak, apa-apa, Kai. Semoga dengan ini kita dapat mengurangi beban berat yang harus ditanggung oleh keluarga Athura. Pria itu dan istrinya benar-benar terpuruk karena kepergian gadis itu,” ucap Selena disertai embusan napas kasar. Bukan hanya tuan Athura, Bunda. Kai pun sama. Bahkan sampai saat ini, Kai masih kesulitan untuk bangkit. Hanya saja, Kai tidak bisa berpura-pura kuat, batin pria itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN