29. Perseteruan Jilid Ke-2.

1701 Kata

"Jadi kamu balik lagi ke sini karena ingin menyelidiki soal ibumu ya?" Bu Nurma bersuara setelah Haryo dan Nuri membawa Bu Ida pulang. Ia penasaran dengan sosok perempuan lain seperti yang dikatakan oleh Haryo dan Marwa. "Bukan urusan Ibu," sahut Marwa dingin. Ia kemudian bergegas ke rumahnya sendiri. Pak Danar sudah menunggunya di depan pagar. Dari belakang punggungnya Marwa mendengar cercaan Bu Nurma yang mengatainya sombong dan kurang ajar. Marwa mengabaikannya. Menganggapnya seperti angin lalu. "Bapak bukannya ingin mencampuri urusan orang ya, Nak. Tapi kalau Bapak boleh sedikit memberi nasehat ; jangan terus memendam dendam. Berdamailah dengan masa lalu," kata Pak Saiful lembut. Marwa menoleh. Pak Saiful mensejajari langkahnya. Demikian juga dengan Pak Udin dan Mbak Irna. Rumah mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN