Bagian Tujuh Belas

840 Kata

"Kilaumu tak membutakan mata ini. Namun, aku tak yakin bila hatiku bakal selamat dari kebutaan." . . . "Mas Junaaaaaaaa ganteng bangettttttt!!" Aku yang duduk tepat di sisi Mas Reno pada permukaan sofa langsung heboh berteriak, begitu menangkap penampakan wujud seorang pria berjas putih di atas layar handphone. "Walau masih gantengan Mas Reno sih," imbuhku cepat dan apa adanya. Tentu dong! Suamiku itu gantengnya permanen, udah begitu tarafnya pun setara sama kontestan-kontestan Mr. Internasyienel. "Iyalah. Iyalah! Percaya, Dek. Percaya," balas Mas Juna malas di seberang panggilan video sana. "Berapa menit lagi mulainya, Jun?" tanya Mas Reno ikut bergabung dalam lembah obrolan. "Nggak nyampe 10 menit lagi palingan, Bro. Dan kok, deg-degan yah? Lebih grogi dari wisuda, lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN