"Jika besok kita merasa terancam, ingatlah saja tentang kebahagiaan kita di hari ini." . . . "Hoekk ... Hoekk ... Hoekkk ...." "Dek?" Membersihkan mulutku dengan kucuran air di wastafel. Aku lalu berbalik demi menemukan ekspresi super khawatir yang justru terlihat lumayan cute milik Mas Reno. Bayangkan saja! Alis tebalnya bertaut lucu, mata cokelatnya bergerak-gerak gelisah, kemudian hidung tingginya kembang kepis dengan cepat. Entahlah, mungkin ini bawaan bayi tapi, serius aku malah ingin tertawa begitu menangkap raut wajahnya. "Kita ke dokter? Adek mual banget?" Mas Reno bertanya, nadanya kentara sekali sedang cemas. Bahkan telapak tangan lebarnya yang mengusap lenganku terasa agak dingin. Maklum sih. Sejak hamil aku memang jarang-jarang dihantam morning sickness. Palin

