Setelah berminggu-minggu mengarungi samudera dan menghindari radar internasional, The Obsidian akhirnya membuang sauh di sebuah teluk tersembunyi yang airnya berwarna biru kristal. Di depan mereka membentang Pulau Isla de Luna, sebuah pulau pribadi kecil di Kepulauan Karibia yang dibeli Keisha melalui perusahaan cangkang di Swiss bertahun-tahun lalu sebagai rencana pelarian terakhir. Pulau ini bukan sekadar tempat liburan. Di atas bukit karangnya berdiri sebuah vila minimalis modern yang berfungsi sebagai benteng teknologi. Di sini, tidak ada hukum Jakarta, tidak ada norma moral yang mengekang; hanya ada mereka dan suara ombak. Keisha menggendong Laras saat mereka menuruni sekoci menuju dermaga kayu. Widya berjalan di sampingnya, menghirup udara tropis yang hangat, aroma garam dan bunga

