Hilangnya Keprawananku

1011 Kata
Sebelum ibu berubah fikiran dan memaksaku untuk berangkat bersama si tua, aku langsung mempercepat langkahku keluar dari rumah. Untung ojek yang sempat tadi aku pesan, sudah datang sehingga mempercepatku ke sekolah. Selama di perjalanan, aku was-was apabila si tua itu, membuntutiku dari belakang dan memaksaku untuk berangkat bersamanya. Selalu ku lihat arah belakang dari spion motor akan tetapi kali ini keadaan benar-benar aman. Setibanya di sekolah, aku langsung menuju ke kelas dan bergabung dengan teman-teman. Sangking asiknya kita mengobrol hingga kita tidak sadar kalau sudah ada guru masuk ke ruangan sehingga kami di tegur " Anak-anak ceritanya di lanjutkan besok lagi ya, sekarang waktunya kjta belajar" Ujar guruku dengan nada meninggi. Kita yang mendengar teguran tersebut, sontak pada bergegas kembali ke tempat duduk masing-masing. Pelajaran yang akan di jelaskan oleh guru tadi adalah fikih. Bab yang di bawakan dan di terangkan adalah bab besuci dan mengenai farji. Dan dalam bagian tersebut guruku menyinggung tentang m**i, bentuknya dan bagaimana hukumnya. Dan tiba-tiba temanku cowo, bertanya hukum mengeluarkan m**i dengan tangan sendiri. Seketika aku ingat kejadian kemarin, bisa-bisanya ada m**i di celana dalamku. Dalam fikiranku, mengatakan bahwa ini adalah kerjaan si tua itu. Dia menjadikan celana dalamku untuk objek pemuas nafsunya. Sekarang aku sudah paham tentang cairan kental itu. Selesainya sekolah, aku di ajak teman ke kantin untuk makan siang terlebih dahulu. Teman yang sudah selesai makan, dia di telfon orang tuanya untuk pulang segera dan meninggalkanku. Cepat-cepat ku habiskan makannya agar sesegera mungkin bisa pulang karena langit mulai mendung, takut nanti malah kehujanan. Ku buka hpku untuk memesan ojek, akan tetapi tidak tahu kenapa, pesananku selalu di cancel. Sudahalah, mending aku berjalan ke jalan raya depan dan menunggu angkutan umum. Akan tetapi sialnya sudah dua jam aku menunggu juga tidak ada angkutan umun yang jalan lewat jalan raya ini. Tiba-tiba ada mobil si tua datang menghampiriku. Keluar si tua dari dalam mobil dan mengajakku pulang bersamanya. Setelah berfikir lama, terpaksa aku mau pulang bersama si tua itu. Di perjalanan aku hanya diam, tidak mengajak situa mengobrol sama sekali, tiba-tiba si tua mengajakku lewat jalan yang berbeda. Di tengah perjalanan, si tua itu mengunci semua pintu mobil dan meminggirkan mobilnya. Aku bertanya kepadanya. Aku:" Kenapa pintu mobilnya di kunci?". Ayah Tiri:"Tidak papa, supaya aman". Rasa takut meghampiriku, dan seketika aku langsung memberontak dan mendorong si tua itu yang menghalangiku untuk membuka pintu mobil yang di kuncinya, akan tetapi usahaku gagal si tua bangkit begitu cepat. Si tua langsung memegang kedua tanganku, sontak aku berteriak . Si tua tadi bilang kepadaku, jika aku berteriak hanya sia-sia karena tidak bisa di dengar dari luar karena di luar hujan sangat deras.Badanmu yang bagus ini telah menggugah selera nafsu birahi ayah nak, dan sebentar lagi ayah akan meluapkan nafsu kepadamu". Aku yang terjebak dalam keadaan seperti ini hanya bisa menangis dan pasrah jika si tua itu macam-macam kepdaku. Seketika sit tua itu melumat kedua bibirku dan meremas kedua buah dadaku. Aku menangis sejadi-jadinya karena si tua tadi telah melecehkanku. Si tua tadi membuka satu per satu kancing bajuku. Si tua itu mencium buah dadaku yang membuat hasrat sexsualku meningkat. Si tua juga mencium leherku, yang membuat hasrat sexsualku kembali meningkat, hembusan nafasnya di leher membuatku sedikit geli-geli nafsu rasanya. Si tua mengkeluarkan alat kelaminya dan memakai kondom. Dia lepas rokku sembari melumat kembali bibirku. Selesai dia melepas celana dalamku dan memasukan kedua jarinya ke alat kelaminku membuatku geli tapi nikmat bukan hanya itu dia juga menjilat alat kelaminku yang membuatku ingin cepat-cepat agar si tua memasukkan alat kelaminya itu. Setelah si tua berhasil memasukkan alat kelaminya aku merasakan sedikit perih, akan tetapi lama-kelamaan rasanya begitu nikmat . Waktu si tua memasukkannya begitu cepet membuatku semakin bersemangat dan mulai menikmatinya. Mungkin setelah ini, aku akan kecanduan dengan hal seperti ini setelah merasakan begitu nikmatnya. Si tua itu bertanya kepadaku. Ayah Tiri :" Gimana rasanya enak kan?". Aku:" Iya enak banget, lagi dong". Ayah Tiri:" Sudah dulu, ayah capek". Aku:" Ya sudah kalau begitu". Ayah Tiri :" Di pakai dulu baju kamu habis ini kita pulang, takut ibu kamu nyariin, nanti kalau sudah sampai rumah kamu mandi ya, biar ngga bau m**i". Aku:" Iya dah. Si tua itu, mengambil payung di belakang dan membuka pintu mobil dan berjalan keluar, karena aku penasaran dengan yang di lakukanya akupun bertanya. Aku:" Kok keluar sih, kan hujan". Ayah Tiri:" Ayah mau buang kondom bekas kita tadi". Aku:"Owlh". Sehabis membuang kondom bekas tadi, kita melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, tidak menemui ibu terlebih dahulu dan langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Untung saja seragam yang aku pakai sekarang sudah tidak di pakai lagi besok sehingga bisa sekalian aku cuci karena bau bacin. Sehabis mandi aku keluar, dan di depan pintu kamar mandi berpapasan dengan ibu sontak di tanyai dari mana saja aku kok baru pulang. Aku jawab bahwa tadi terjebak hujan dan harus berteduh terlebih dahulu sembari menunggu ayah datang menjemputku. Setelah aku beralasan begitu kemudian ibu pergi ke kadur meninggalkanku. Kemudian aku melangkah aku melangkahkan kaki menuju kamar. Akan tetapi di depan pintu sudah ada si tua menungguku seraya berkata. Ayah Tiri :" Sini biar ayah lumat lagi bibir kamu yang mempesona itu". Aku:"Jangan gila yah, Nanti kalau ketahuan ibu gimana?". Ayah Tiri:" Ya sudah masuk ke kamar saja nanti kamu kunci pintunya". Aku :" Ya sudah ayo masuk yah". Ujarku dengan penuh gairah. Setelah aku kunci rapat-rapat pintunya, tiba-tiba si tua itu mendorongku ke kasur, setelah aku terlentang di kasur si tua tadi menindihku dari atas. Seketika dia mendekapku sambil meremas-remas buah dadaku dan juga melumat bibirku. Kali ini aku sangat menikmatinya karena rasanya sangat nikmat, apalagi di tengah-tengah hujan yang lebat dan suasana dingin ini. Lagi-lagi si tua itu menelanjangiku dan aku bertanya kepadanya. Aku: Yang bener yah, aku habis mandi masak harus mandi lagi". Ayah Tiri:" Sudah tidak apa-apa, sebentar ayah mau makan kondom dahulu biar aman". Aku:" Ya sudah, ntar masukinnya yang cepet ya, biar tambah niikmat". Ayah Tiri:" Siap nak". Setelah memakai kondom, tidak pikir panjang si tua itu langsung menjilati kemaluanku lagi. Kali ini lebih nikmat dari yang sebelumnya pas di mobil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN