"Ayo," ajak Yani sambil membuka pintu mobil. Dia membantu menggendong Lea ketika Zoya ikut keluar. Mata Zoya mengamati bangunan di hadapannya. Rumah lantai satu bergaya minimalis modern itu tampak sejuk dipandang mata. Tampak empat buah pohon pinus menjulang sejajar tumbuh di depan pagar yang tingginya hanya sepinggang orang dewasa. Rumput jepang terhampar dan dipangkas rapi laksana permadani di pekarangan yang tidak begitu luas, juga bunga-bunga anggrek dari berbagai jenis dan warna terlihat subur diletakkan di sisi sebelah kanan beratapkan kanopi. "Selamat datang di rumahku," sambut Yani sembari membuka pintu pagar. Dia memberi isyarat agar Zoya mengikutinya. Zoya menghela napas dalam. Dia memang memilih tinggal bersama Yani karena ajakan wanita itu, sebab dia tidak punya sanak sau

