"Aku ingin kau, Noah Alrico. Menjadi menantu saya" ulang Gustov. "Anda serius dengan yang anda ucapkan?" Tanya Noah. "Tentu. Selain itu, jika kau menerima, ada keuntungan yang kau dapatkan. Kau bisa membangun rumah sakit dengan mudah, dan juga memiliki istri yang luar biasa seperti anakku, Isabel" bangga Gustov. Noah tersenyum miring "jika saya menolak?" "Maka rencanamu gagal. Kau tidak akan pernah membangun rumah sakit disana, kapanpun!" Tegas Gustov. "Anda mengancam?" Noah mengakat sebelah alisnya. "Hanya memberi sebuah penawaran yang menguntungkan" "Sayangnya saya sangat tidak tertarik dengan tawaran anda Mr. Gustov. Rencana anda sangat terlihat jelas dimata saya. Anda ingin saya menjadi menantu anda agar anda dapat dukungan saya untuk menjadi presiden nanti. Selain itu, nama bes

