"Sayang, kenapa?" Noah mengusap lembut kepala Caitlin. Dia baru sampai di ruang makan dan melihat istrinya sedang melamun. Caitlin menghela napas lalu menggelengkan kepalanya. Noah duduk di kursinya. Wajah istrinya murung, tidak seperti biasanya. "Ada apa?" Tanya Noah lagi. "Tidak tahu, hanya terasa lemas dan malas melakukan apapun" jawab Caitlin. "Apa aku melukaimu lagi? Apa semalam aku terlalu kasar lagi?" Tanya Noah beruntun, takut telah melukai Caitlin. Caitlin menggeleng "tidak, kau tidak kasar semalam" jawab Caitlin "Jika kau tidak begitu sehat, acara hari ini di wakilkan saja" saran Noah. Caitlin langsung menggeleng "tidak. Aku tidak mau. Aku kuat dan bisa datang ke acara itu" Satu bulan setelah bulan madu, lembaga yang Caitlin inginkan akhirnya resmi berdiri. Berisi orang-o

