Saat Liora terbangun, ia sudah ada di dalam ruangan serba putih. Liora meringis pelan karena pusing yang menyerang kepalanya. Wanita itu berusaha untuk bangkit, ia melihat ke sekeliling. Hanya ada tempat tidur yang di tempatinya saat ini, lalu ada sofa dan meja di dekat jendela. Ada dua pintu berwarna coklat, pasti pintu keluar dan pintu ke kamar mandi. “Dimana ini?” gumam Liora pelan. Wanita itu mengingat kembali kejadian yang terjadi saat di parkiran baseman apartemennya. Seseorang menepuk bahunya dan saat ia menoleh ia melihat seseorang yang ia kenal. Liora menanyakan apa yang dilakukan orang itu dan semuanya tiba tiba berubah jadi gelap setelah mulutnya di bungkam dengan sapu tangan. Setelah itu Liora tidak mengingat apa apa lagi. Liora melirik ke luar jendela, langit sudah gelap. Wa

