“Sialan! b******k!” Kenan tak henti hentinya mengumpat saat mendengar baku tembak yang terjadi antara anak buahnya dan juga orang orang yang datang bersama dengan Harald. Pria itu berada di dala ruangan yang sama dengan Liora, bersembunyi dari orang orang yang mengejarnya. “Kau tidak akan bisa lolos, Ken. Mereka akan menangkapmu! Usahamu akan sia sia!” teriak Liora ke arah Harald. “Tutup mulutmu! b******k!” teriak Kenan lalu memukul wajah Liora. Saatt emosi, seseorang akan cenderung melakukan pelampiasan dan kali ini Liora adalah sasaran Kenan. Liora jatuh ke lantai, ia merasakan telingannya berdengung, pipinya terasa panas dan bibirnya terasa perih. Wanita itu dapat merasakan matanya berkunang kunang, ia berusaha untuk bangkit. “Ra, aku...” Kenan panik saat melihat luka di bibir Liora

