Kerlap-kerlip lampu beserta suara dentuman musik memenuhi ruangan klub malam. Di sebuah meja, Angel sedang minum bersama dengan Jake. Dia sengaja mabuk untuk meluapkan segala kemarahannya yang terpendam. Hari ini Angel merasa gagal membujuk si pria tua bernama Harold untuk mengangkatnya sebagai CEO. Tak hanya itu, Harold juga menjadi penghalang terbesarnya untuk menguasai harta warisan Dylan. Sungguh rasanya ia ingin memusnahkan Harold sesegera mungkin dari muka bumi. “Jake, aku sungguh marah kepada pria tua itu,” geram Angel. “Pria tua siapa yang kamu maksud?” tanya Jake penasaran. “Siapa lagi kalau bukan pamanmu, Harold.” “Kenapa dengan Paman?” “Dia kejam sekali, Jake. Dia menghina kemampuanku. Katanya aku tidak layak menjadi CEO White Group. Harold juga menolak saat aku mengusulka

