bc

Shoot You

book_age16+
5
IKUTI
1K
BACA
age gap
goodgirl
brave
self-improved
confident
sweet
humorous
lighthearted
chubby
love at the first sight
like
intro-logo
Uraian

Spin-off Our Unfinished Story

Memiliki bos super resek. Suka merubah planning yang sudah tersusun rapi seenak moodnya sendiri. Selalu ingin perfect dalam setiap hasil akhir namun masa bodo dengan terseok anak buahnya mempersiapkan detail-detail dari perubahan yang dituntutnya. Oh Tuhan sampai di mana kesabaran seorang Irene Prastika Putri di uji.

"Dasar bos resek, apa enggak ada pesawat Apollo yang bisa kirim dia ke planet Pluto?"

chap-preview
Pratinjau gratis
SHOOT. 1
Langkah berderap segera terdengar begitu pintu utama sebuah rumah mewah namun terkesan sangat hommy terbuka. Nampak seorang wanita dalam setelan kerja melenggang masuk sambil menenteng sebuah tote bag. “Aydan sayang, Tasyaaaa.... Tante paling cantik datang nih. Tante bawa oleh-oleh lho.” Menggema suaranya memenuhi seantero ruang keluarga rumah besar itu. “Kecilin suara dikit bisa, ‘kan? Kebiasaan deh. Aydan baru bisa tidur.” Seorang wanita dengan mata yang melotot lebar yang tetap terlihat cantik meskipun dalam balutan daster rumahan dan wajah yang sedikit pucat terlihat pelan menuruni satu persatu undakan tangga. Mendapat pelototan bukan wajah pias ditunjukkannya, namun senyum penuh aura jahil terkembang di bibirnya. “Ah, kenapa anak ganteng itu bobok sih, enggak tau apa tante cantiknya kangen.” Senyum jahil itu berganti dengan bibir yang mengerucut. “Semalam rewel banget, habis imunisasi, badannya juga anget. Lagi kenapa jam segini udah di sini aja sih?” Langkahnya menjauh menuju dapur. “Mau sekalian aku buatin minum enggak?” “Enggak usah deh kalau enggak ikhlas.” Sekali pun dengan wajah cemberut namun tak urung diimitasi juga langkah sang tuan rumah menuju dapur. “Dih, baper. Pasti si bos lagi. Kenapa lagi sekarang?” Sambil bergerak tangannya menuang cairan berwarna hijau ke dalam gelas saji. Kemudian diangsurkan gelas itu ke depan wanita yang sedari tadi membawa wajah yang enggak ada enak-enaknya untuk disapa. “Nih diminum dulu, biar kabur tuh wajah asem.” “Bodo amat ah, males mau cerita, dah eneg sama tingkahnya.” Diteguknya lamat-lamat jus melon dingin yang disajikan sahabatnya tersebut, sangat berharap bisa mengusir dongkol yang bersemayam di hatinya sedari tadi. Bukannya ikut bersimpati, namun gelak yang kemudian terdengar di rungunya. Siapa lagi pelakunya jika bukan sahabat tersayang. “Makanya, peka dikit apa enggak bisa? sinyal udah terang benderang gitu, kok.” Suara gelas beradu dengan kaca meja dapur disusul suara decakan terdengar kemudian. “sok tau.” “Tapi mama sependapat dengan menantu mama. Pak bos ganteng kelihatan banget kalau suka sama nak Irene lho.” Kedua wanita yang telah melalui beberapa tahun dalam jalinan hubungan bernama persahabatan itu kompak menoleh begitu terdengar suara menyusul kemunculan sosoknya melewati pintu pembatas dapur dan ruang tengah. “Tuh, ‘kan. Mama aja nyadar, kamu aja yang keterlaluan enggak pekanya.” Tawanya semakin tergelak melihat bibir sahabatnya tersebut semakin mengerucut, merasa terpojok oleh persekongkolan sahabat dan mama mertuanya yang dirasa sangat kompak. “Tau deh yang sekarang punya sekutu, merasa puas ‘kan kamu? Mentang-mentang sudah amnesia sama galaunya sendiri dulu.” Kini bukan hanya gelak dari mulut sahabatnya yang terdengar namun juga dari wanita yang kini ia akui sebagai mama kedua setelah mama tersayang di kampung halamannya. “Makin baper dia ma. Enggak tau aja dulu pas resepsi nikahan aku gimana mata pak bos enggak teralih ke mana-mana saking terpesonanya sama bridesmaid aku ini.” “Mommy.... oma.... Tasya pulang.” Suara nyaring anak perempuan berbalut seragam putih merah menyelamatkannya dari ledekan sahabat dan mama keduanya tersebut. “Kalau masuk rumah ucap apa dulu sayang?” sambut sang mommy menerima salim dari putrinya. “Oh iya, Tasya lupa. Assalamu’alaikum mommy, assalamu’alaikum oma.” Mata hazelnya segera teralih pada satu lagi sosok yang duduk di samping mommy tersayangnya. “Eh, ada tante Irene. Assalamu’alaikum tante Irene.” “Wa’alaikumsalam anak cantik. Baru pulang sekolah ya? Banyak cowok cakep enggak di sekolah?” Segera sebuah tepukan keras di bahu diterimanya. “Racun banget sih.” “Tasya ganti baju dulu sama mbak Sum, mommy udah buatin udang goreng tepung, setelah ganti baju kita makan siang ya.” Bersorak gadis kecil itu mendengar makanan kesukaannya telah disiapkan oleh sang ibu. “Oke mommy, tante Irene Tasya ganti baju dulu ya.” Lanjutnya sambil berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. “Tasya, mommy bilang jalan aja, ‘kan?” Cengiran gadis kecil itu berikan mengiringi jawabnya, “Iya mommy, Tasya jalan nih.” Suara getar untuk kesekian kalinya dari benda pipih yang nelangsa di atas meja karena sedari tadi diacuhkan oleh pemiliknya mengalihkan perhatian ketiganya dari percakapan random mereka. “Udah, diangkat dulu kenapa sih? Enggak kasihan apa, yang di seberang sana pasti tambah uring-uringan tuh.” Dengusan penuh kesal terlontar kemudian mengiringi beranjak dari duduknya. “Ya udah deh, aku balik ke kantor sekarang. Dasar bos resek. Irene balik ke kantor ya ma.” Lalu menyalim takzim mama mertua sahabatnya tersebut. “Duh, amit-amit, jangan dengar omelan tantemu ya nak, dengar yang baik-baik aja.” Mengusap pelan sahabatnya itu perutnya yang belum seberapa terlihat membuncit. “Ups, sori deh.” Hanya ceringan tanpa dosa yang bisa dia berikan menimpali sindiran sahabatnya tersebut. “Yang sabar sih, hadapin orang ganteng itu butuh kesabaran ekstra. Eh aku buat puding mangga tadi, mau sekalian kubawain enggak? Buat oleh-oleh untuk si bos.” Senyum menggoda penuh menghiasi bibir sahabat tersayangnya itu. “Enggak usah ngeledek deh, aku sumpahin anak kamu tar mirip aku.” Mata Irene melotot mengiringi bibir yang mengerucut. Tawa tergelak kembali disuguhkan sahabatnya itu menghiasi langkah beriringan mereka menuju bagian depan rumah.    ======= Hai, new story. Cerita ini adalah spin-off dari cerita sebelumnya, "Our Unfinished Story", so jangan lupa baca juga ceritaku itu. Tap love di cerita itu biar bisa aku update sampai tamat. warning: very slow update

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook