Happy Reading..
Hujan deras menguyur pagi hari. Sebenarnya pagi ini Aletha berniat untuk joging namun batal karna hujan turun.
Menatap keadaan luar dari balik jendela kamar Aletha, kaca jendela yang sedikit berembun akibat tetesan air hujan.
Gadis itu tersenyum, merasa sangat bersyukur karena masih diberi kehidupan dengan kondisi tubuh yang sangat sehat.
Aletha melangkahkan kaki nya menuju dapur, ia membuat sarapan untuk dirnya sendiri.
"@Alethanasya membuat story"
Isi storynya ialah foto sarapannya Aletha. 2 buah toast bread + scramble egg dan segelas s**u putih.
(@Raskhabiantara) membalas cerita anda!
@Raskhabiantara: "Heh mana kenyang makan segitu, itumah jam 9 nanti bakal laper lagi Al."
@Alethanasya: "Bi.. yang namanya sarapan tuh ya sedikit, makan berat mah nanti siang."
@Raskhabiantara: "Aduhh brarti perut gue yang kayak karung. Mau pagi siang sore porsinya sama bahkan bisa nambah."
@Alethanasya: "Hahaha bisa jadi Bi, lucu lo ah."
@Raskhabiantara: "Lo ada acara apa hari ini Al? Hmm.. sibuk ga?"
@Alethanasya: "Sibuk sih engga, tapi tugas kampus banyak Bi jadi hari ini ngerjain tugas kampus. Kenapa Bi?"
@Raskhabiantara: "Rencana mau ngajak lo pergi ke Pameran Lukisan nanti sore hehe, lo bisa ga? Kalo gabisa gapapa Al."
@Alethanasya: "Kayaknya seru tuh jadi mau kesana, kui kita kesana!.
@Raskhabiantara: "Wahh seriusan mau nih? Okedehh jam 4 gue jemput lu ya al".
@Alethanasya: "Ooke bi."
Aletha segera mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan cepat, agar ia bisa ke pameran lukisan nanti sore.
*****
Alana Baru saja membuka mata dari tidurnya, ia melirik pada jam dinding yang sudah jam 9 pagi.
Seperti biasa keadaan rumah yang sepi karena kedua orang tua Alana yang sibuk. Ayah Alana seorang Direktur sebuah perusahaan sedangkan mamah Alana seorang sekertaris di perusahaan Ayah Alana.
Alana selalu merasakan kesepian karna ia anak tunggal, terlebih orangtuanya yang super sibuk. Namun, orangtua Alana tidak pernah melupakan Alana mereka selalu memberi apa yang Alana Ingin.
Alana melamun. Ia memikir jika ia mempunyai keluarga yang selalu ada, yang selalu menyiapkan sarapan setiap pagi seraya meminum teh sambil bercerita dan tertawa. "Hmm Gak mungkin" Alana tertawa kecil.
"Rasanya gue ingin bertuker posisi sama lo Al" Batin Alana karna Alana tahu bahwa keluarga Aletha sangat harmonis dan selalu memiliki waktu untuk keluarganya.
Ddrtt..drtttt
Bunyi handphone Alana bertanda seseorang sedang menelpon Alana tertera nama Geaxara
"Halo Ge, kenapa?"
"Alana, pergi yu hari ini kemana aja mau ga?" Tanya Geaxara disebrang telpon.
"Yuk Ge kebetulan gue juga bosen dirumah, kita ke caffetarian Biasa aja Ge. Sore aja ya" Alana sangat antusias.
"Okee Alana."
*****
Jam sudah menujukkan pukul 3 sore, kini Aletha sudah mandi dan sedang berdandan sambil memilih baju yang cocok digunakan untuk ke Pameran. Aletha memutuskan memakai kemeja putih dan celana jeans.
Biantara sedang otw menuju tempat Aletha dengan menggunakan mobilnya. Sebenernya Bian tidak terlalu suka dengan Pameran. Namun karna ia ingin sekali mengajak Aletha jalan tapi engga tau mau kemana, akhirnya Bian mengajak ke Pameran lukisan yang kebetulan Aletha menyukai Art.
@Raskhabiantara: "Aletha.. gue udah didepan nih."
@Alethanasya: "Oke bi tunggu."
Selama diperjalanan mereka mengobrol lebih dalam tentang mereka masing-masing. Saat Aletha bercerita Bian sangat mendengarkan Aletha, karna ini yang ditunggu-tunggu Bian mengetahui tentang Aletha dari diri Aletha nya sendiri.
Tidak terasa sudah 1 jam mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Kini Tibalah mereka di Pameran Lukisan, Dan banyak sekali orang yang datang ketempat ini. Aletha dan Biantara pun mengelilingin tiap sudur lukisan. Aletha benar-benar menikmati lukisan tersebut sambil memfoto foto lukisan tersebut.
"Sini gue fotoin, lo berdiri disana Al" Perintah Bian yang ingin memfoto Aletha.
Aletha mengangguk patuh. "Okee, nanti gantian gue fotoin lo Bi."
Saat ini Aletha dan Biantara berhenti disalah satu lukisan yang membuat Aletha benar-benar suka dan ingin sekali memilikinya.
Aletha memandangi lama lukisan tersebut dan berkata "Bi lukisan ini bener-bener gue suka." Ucap Aletha dengan antusias.
"Apa yang membuat lo tertarik sama lukisan ini, Al?" Tanya Bian.
"Dulu gue punya cita-cita menjadi astronot untuk bisa ke luar angkasa, karna gue sesuka itu sama yang namanya luar angkasa. Dan gue pengen banget ke planet saturnus, dulu gue berpikir kalo gue udah di planet planet luar angkasa gue bakal teriak sekencang mungkin, tempat yang adem tentram dan tanpa ada manusia lain yang keganggu."
"Sampe sekarang pun gue masih berharap kalo gue bisa untuk ke Luar Angkasa, Bi. Ya meskipun gue tau ga akan pernah gue bisa kesana." Cerita singkat Aletha.
"Menarik cerita lo Al, iya gue tau rasanya ketika kita ingin sesuatu tetapi sulit untuk digapai rasanya seperti mimpi yang engga bakal jadi kenyataan." Ujar Biantara.
"Tapi gue yakin al suatu saat lo bisa wujud-in apa yang lo harapkan sekarang, mungkin engga sekarang bisa 10 20 atau 30 tahun kemudian. Kita kan gatau takdir kita gimana Al. Yang jelas lo berusaha semaksimal mungkin dan jangan lupa berdoa." Lanjutnya.
Aletha tertawa. "Tapi gue engga yakin dengan apa yang gue harapkan sekarang, Bi. Otak gue aja pas-pasan, gimana bisa gue jadi astronot?"
Setelah 3 jam Aletha dan Biantara di tempat Pameran Lukisan, jam menunjukkan pukul jam setengah 9 malam. Kini mereka berdua sedang makan sebuah restoran Ramen.
"Rencana lo setelah lulus S1 ini apa Al? Lanjut S2 atau langsung kerja?" Tanya Biantara di sela-sela makannya.
"Gue punya rencana setelah gue S1 nanti akan lanjut S2 ke London, tapi gue mau dengan full beasiswa Bi." Jawab Aletha.
"Waw rencana yang bagus Al gue yakin 100% Al lo pasti bisa dapet beasiswa kesana." Ucap Bian menyemangati Aletha.
"Aamiin semoga aja Bi. Oiya kalau rencana lo apa kedepannya?" Kini Aletha yang bertanya pada Biantara.
Biantara menghela napasnya. "Rencana gue.. gue juga pengen lanjut S2 di Belanda tempat S2 papah gue dulu al." Biantara menjeda perkataannya. "Tapi papah engga ngijinin gue buat kuliah disana."
Kening Aletha mengerut bingung. "Kenapa?" Tanya gadis itu.
"Papah engga mau jauh dari gue karna gue anak tunggal."
Aletha mengangguk paham. "Pasti papah lo berat untuk ngelepas lo Bi. Meski lo anak laki-laki tapi tetep aja kedua orangtua lo pasti akan merasa khawatir."
*****
Alana dan Geaxara sedang makan malam. Berbeda dengan Geaxara yang sedang melahap makanannya, Alana malah melamun sedari tadi. "Woii, bengong aja lu" Gea melempar jepit rambut ke Alana.
Alana kesal karena dikagetkan oleh Geaxara. "Gea bisa ga sih? Gausah ngagetin orang". Gerutu Alana kesal.
"Ya lagian, daritadi lo melamun aja. kenapa coba?" Tanya Geaxara penasaran.
Alana melipat tangannya dimeja ia menunduk "Gue kadang iri Ge sama lo dan Aletha". Ujar Alana dengan mata yang menangis tangis.
Geaxara yang Nampak bingung langsung pindah kesebelah Alana "Ehh kenapa Al? kenapa gitu?".
Alana mendongakkan kepalanya hingga bertatap dengan Gea "Gue iri sama Kehidupan keluarga lo, iri dengan keharmonisan keluarga Aletha. itu semua engga pernah gue rasain selama 21 tahun gue hidup Ge."
"Al ketika lo ingin kehidupan seperti orang lain percaya deh banyak yang pengen kehidupan seperti lo Al. Alana yang cantik, pintar, orangtua lo yang sukses bisa beli apa yang lo mau" Gea mengusap pundak Alana.
"Al lo harus banyak bersyukur dengan kehidupan lo yang enak ini. Bukan karna orangtua lo yang sibuk, lo merasa tuhan engga adil. Banyak diluar sana yang sudah ditinggal oleh orangtuanya, dan banyak juga orangtua yang meninggalkan anaknya karena perceraian." Gea menyelipkan rambut ke belakang telinga Alana.
Alana kembali tersenyum dan tersadar bahwa yang dibilang Geaxara benar ia harus mensyukuri apa yang ia miliki sekarang. "Gea makasih ya gue sadar sekarang bahwa engga semua yang kita mau harus kita miliki" ya memang apa yang Alana minta pasti diturutin tetapi jika Alana meminta waktu Orangtuanya jarang dikabulkan.
"Sekarang lo jangan pernah kecewain mereka, karna lo satu-satunya yang mereka punya dan karna kehadiran lo mereka mengabiskan waktu bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan lo" Sambung Geaxara.
Alana mengangguk "Pasti Ge"
Karna restoran yang sangat ramai membuat Gea memperhatikan sekelilingnya, kedua mata Gea memicing saat melihat seseorang yang tak asing. "Eh Alana" Gea menepuk pundak Alana.
Alana mengangkat alis "Kenapa?"
Gea menunjuk orang yang tidak asing tersebut "itu Aletha kan?". Alana menoleh ketempat yang Gea tunjuk "Wahhh iyaa. Waaaww sama Biantara ya dia? kui samperin."
Dengan usil Alana dan Gea menghampiri Aletha "Eekhemm uhukkk uhukk.. Ya ampun Ge ternyata ada yang lagi PDKT nih"
"Mana sweet banget pake baju couple" sambung Gea. Memang Aletha dan Biantara menggunakan baju yang senada padahal mereka tidak berjanjian.
Aletha dan Biantara kaget dengan keberadaaan Alana dengan Gea "Ish kalian bedua Ganggu aja berisik tau ga" Omel Aletha kepada temannya.
"Sini kalian berdua gabung aja sama kita, mau mesen makan apa?" Biantara mempersilahkan Alana dan Gea untuk duduk di kursi yang kosong.
"Ehh Bian gausahh-gausah, kita udah mau pulang" Ucap Alana pada Biantara.
"Iya kita enggamau ganggu kalian bedua, selamat bersenang-senang. Semoga cepet jadiannya" Sorak Gea heboh.
Aletha melototi Gea "Ge liat aja lo besok dikelas".
Gea dan Alana justru tertawa saat melihat Aletha yang kesal, mereka berdua pun meninggalkan Aletha dan Biantara.
"Bian maafin temen-temen gue ya emang suka gesrek anaknya" Ucap Aletha merasa tak enak dengan dua temannya yang rusuh.
Bian tersenyum "Gapapa Al, malah enak temenan sama yang modelan kayak gitu daripada yang alim-alim menghanyutkan"
Thankyou for Reading semua..