Happy reading!
Instagram On
@Raskhabiantara: "Halo Aletha ini Bian. Penasaran ya sm gue? Sampe nyari akun IG gue"
@Alethanasya: "Halo juga Bian. Ehh engga ko gue engga nyari-nyari akun lo"
@Raskhabiantara: "Tapi lo liat story gue al kan kita engga follow2an haha"
@Alethanasya: "EHH IYAA, yah ketauan deh ya wkwkwk" perasaan Aletha menjadi malu karna ketauan bahwa ia menstalk Bian.
"Aduhhhh stupiddd banget gue, dasar gabisa nahan kalo udah kepo sama orang bodoh bodoh lu al" ucap Aletha sambil memukul pelan dahinya
@Raskhabiantara: "lucu juga lo ya haha. Eh iya btw salam kenal Aletha"
@Alethanasya: "Iya bi salam kenal juga"
Instagram Off
Chat berakhir dan Aletha pun sudah memfollback Bian.
Kini Aletha dkk sedang menuju ke kantin tepat dekat tangga bertemu kambali dengan Bian serta Agas, Arsha.
Dan Aletha sedikit kaget dan malu karna setelah ketauan menstalk Bian kini mereka bertemu kembali.
Biantara senyum kepada Aletha dan sebaliknya Aletha pun senyum ke Bian
"Haii sayangnya aku" seru Agas sambil merangkul Jessira.
"Mulai dah mulai bucinbucinan aja lo bisanya" kata Zaina yang kesal.
"Hahaha makanya Zaina cari pacar, OIYA gue baru inget Zai, lo jomblo kan? tadi pas di story Ignya Jessi. Kata nih si Arsha lo paling cakep trs katanya lo pengen digebet cieeeee hahaha. Arsha gaslah nih udah ada orangnya" Ucap Agas yang usil.
Arsha pun panik langsung menutup mulut Agas dengan tangannya dan gatau mesti ngomong apa apalagi didepan banyak teman Aletha "Ehh engga boong boong jangan percaya sama Agas dia boong"
"Alahh tadi dikelas aja lo ngomongnya gitu Ar" sahut Biantara.
"Bian diem lo, noh Aletha. Al dicariin Bian" Kata Arsha.
Aletha yang merasa dirinya disebut sebut langsung menoleh "Hah iya ada apa?"
"Pulang sama siapa Al?" tanya Biantara.
"Bareng Zaina Bi, kenapa?" jawab Aletha.
"Ohh yaudah hati-hati ya?"
"Ekhemm Aletha doang nih yang di hati hatiin?" Sambung Alana.
"Ehh engga semuanya hati-hati dijalan yaa" jawab Bian salting karena ketauan sekali ia hanya mengkhawatirkan Aletha.
*****
"Kakakk ayo kita makan" kata Dena sambil menarik tangan Aletha. Dena adalah adik Aletha yang masih berumur 10 tahun.
"Iya iya sebentar dena, kaka beresin buku kaka dulu". Aletha membereskan bukunya dan ikut dengan dena untuk makan siang.
Aletha kini sedang makan siang bersama keluarganya, mereka banyak bercerita dan tertawa-tawa.
keluarga Aletha memang sangat harmonis maka Aletha merasa sangat beruntung memiliki keadaan keluarga seperti ini.
Gera (Papah Aletha) seorang CEO pada perusahaan terkenal dan bisa dikatakan orang yang sibuk dan sedikit memiliki waktu. Namun papah Aletha selalu meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya dan tidak lupa setiap akhir tahun pasti mengajak keluarga kecilnya berlibur.
"Akhir tahun nanti kita berlibur ke Amerta, Bali yuk mau ga?" ajak Gera.
"MAAUUUUUUUUUUU" sorak Dena semangat. Aletha dan mamah hanya mengangguk mengisyaratkan setuju dengan pendapat Dena.
Berbeda situasi pada rumah Alana. Alana yang baru pulang dikejutkan dengan kehadiran kedua orantuanya, pasalnya orangtua Alana super sibuk jarang sekali dirumah apalagi saat siang hari.
Dengan wajah yang sangat gembira Alana mengampiri mereka "Papah, Mamah kita makan siang bareng yuk? udah lama kita engga pernah makan bareng". Willy (Ayah Alana) mengelus rambut Alana "Sayang, maafin kita ya, papah sama mamah sedang buru-buru kebandara"
"Loh kalian mau kemana emang?" Tanya Alana.
"Papah sama mamah ada tugas di London sayang selama 1 bulan, kamu baik-baik ya disini jaga diri" Naya (Mamah Alana) mengecup kening Alana.
"Iya sayang, kita berangkat dulu ya. Kalo ada apa-apa kamu kabarin papah ya dan kalau duit kamu abis atau kamu mau apapun langsung bilang papah, nanti papah Tranfer kekamu" jelas Gera.
Kedua orangtua Alana sudah pergi, Alana yang tadi sangat gembira sekarang berubah menjadi kecewa, sedih dan kesal.
Ia memutuskan kekamarnya Alana hanya menangis bukan kehidupan ini yang ia inginkan ia hanya ingin kedua orangtuanya memiliki waktu untuknya. Mata Alana terasa berat ia pun tertidur.
*****
Jam menunjukkan pukul 7 malam Sudah memasuki jam makan Malam, Aletha membeli pecel lele untuk dimakan bersama keluarganya.
"Mas, ayam goreng nya 1 sama sate usus ya nasinya nasi uduk, Bungkus ya mas" Ucap Aletha yang sambil duduk di bangku.
"Aletha.."
Terdengar suara yang membuat Aletha menoleh.
"Loh Biantara, ngapain disini?" Tanya Aletha pada Biantara.
"Gue lagi berenang al disini" Jawab Bian sambil tertawa.
Mendengar Bian tertawa membuat Aletha kesal "Ish yang serius bi"
"Hahaha... ya lagian lo al udah tau ini tempat makan. Yang pasti gue lagi mesen makan lah, lucu deh lo." Seru Bian yang masih tertawa.
"Btw rumah lo deket sini Bi?" Tanya Aletha yang kepo.
"Rumah gue di komplek sebelah Al, tapi kalo lagi pengen pecel lele gue selalu beli disini. Kalo rumah lu dimana Al?" Bian bertanya balik.
"Deket sini Bi, Nih abis pertigaan belok kanan terus lurus belok kiri sampe deh." Ujar Aletha.
Biantara mengangguk-angguk paham.
Disisi lain Agas dan Jessi sedang mengelilingi kota jakarta. Sudah 1 jam mereka hanya mengelilingi jalanan karna itu menjadi kesukaan mereka keliling kota jakarta pada malam hari.
"Sayang kita makan dulu yuk" Ajak Agas yang perutnya sudah krocongan.
"Kamu udah laper? Yaudah yuk kita makan. Aku lagi pengen makan mie ayam nih Gas" kata Jessira.
"Oke kita ketempat mie ayam biasa ya Jess"
Mereka pun ketempat mie ayam langganan mereka yang kebetulan memang dekat dari situ.
Ketika selesai makan mereka bertemu dengan Zaina tepat disamping warung mie ayam tersebut.
Namun keadaan Zaina kali ini tampak berbeda, mata yang sangat sembab dan napas yang sesegukkan dan ya Zaina sedang menangis.
"Zaina lo kenapa zai" tanya Jessi sangat khawatir.
Zaina menggeleng mengisyaratkan ia tidak apa-apa langsung saat itu Jessira memeluk Zaina sangat erat membuat tangis Zaina makin pecah.
"Jess kita bawa Zaina ke tempat lain biar dia bisa tenang" Ucap Agas yang membantu menuntun Zaina.
Mereka sampai pada sebuah caffe yang tidak jauh dari tempat mie ayam tadi.
Agas memesan teh hangat untuk Zaina. "Zaina minum dulu biar anget"
Zaina hanya melamun, Jessi tidak henti-henti memeluk, mengusap pundak Zaina.
"Zaina, ada apa hmm?" tanya Jessi lembut sangat lembut.
"Orangtua gue berantem hebat barang-barang diancurin dan papah gue minta cerai karena papah lebih milih selingkuhannya" Jelas Zaina tubuhnya pun gemetar.
Jessi dan Agas saling pandang mengisyaratkan bahwa temannya sedang butuh pertolongan. Jessi mengelus rambut Zaina dan memegang tangan Zaina.
"Zai, kerumah gue dulu yuk? Lo istirahat dirumah gue kasian badan lo." Ajak Jessira.
Zaina tersenyum dan menghapus air matanya "Engga usah Jess makasih ya, gue Cuma mau keluar sebentar aja mau ngehirup udara seger. Yaudah gue pulang dulu, makasi Jessi, Agas maaf gue ngerepotin kalian bedua"
"Agas anterin lo pulang ya zai" Tawar Jessira.
"Gausah gausah Jess gue bisa sendiri ko"
Jessira menggeleng. "Engga Zai gue ga bakal biarin lo sendirian balik keadaan gini" Jessi sangat khawatir.
"Kalo gue dianter sama Agas lo gimana nanti? masa iya lo yang sendirian disini." Ucap Zaina.
"Udah yuk Zaina gue aja yang anter pulang" suara dari laki-laki yang tidak asing.
Zaina dan Jessi kompak menoleh dan mereka kaget karna tiba-tiba Arsha ada disitu. "Loh Arsha lo disini?" Jessi yang bingung dengan kedatangan Arsha.
Ternyata sejak Zaina bercerita, Agas diam-diam menghubingi Arsha ia memberi tahu kondisi Zaina dan Agas meminta untuk Arsha datang untuk mengantar Zaina pulang nanti.
"Iya Jess, gue aja yang anterin Zaina pulang boleh?" Ijin Arsha kepada Jessira.
"Gapapa boleh banget, gue titip Zaina ya Ar. Pastiin dia baik-baik aja sampai rumah" peringat Jessi.
"Siap Jess" Arsha menghampiri Zaina dan menarik lembut tangan Zaina "ayo gue anter pulang"
Zaina sempat menolak karena tidak enak merepotkan Arsha, namun bujukan Jessi bisa membuat Zaina mau diantar pulang.
"Dadah Zai, Ar hati-hati" Jessi melambaikan tangan.
"Kita pulang sekarang yuk sayang" Ajak Agas.
Jessira mengangguk lalu Agas dan Jessi pun pulang.
Diperjalanan pulang, Zaina hanya menunduk diam. Arsha mengerti keadaan Zaina saat ini "Zaina udah makan?"
Zaina hanya menggelang.
"Yaudah makan bareng gue, yuk?" ajak Arshaka.
"Gausah Ar gue makan dirumah aja nanti"
Arsha tidak terlalu ingin memaksa Zaina karna keadaan yang sedang tidak kondusif.
Tibalah dirumah Zaina, ketika Zaina turun dari motor Arsha terdengar kembali tengakaran orang tua Zaina.
PRANGGG!!..
Suara Piring pecah entah sudah berapa banyak piring yang pecah akibat ulah orangtua Zaina.
Arsha yang panik langsung menahan tangan zaina. "Zaina, kerumah gue dulu yuk?" Arsha sangat khawatir ia tidak ingin Zaina menjadi sasaran orangtua zaina ketika bertengkar.
"Engga usah Ar, its okay I'm fine. Makasih banyak ya udah mau nganter gue. Maaf banget gua gabisa nawarin lo buat mampir " Ucap Zaina bersenyum palsu.
"Santai Zai, nanti kalo kondisi udah baik-baik aja gue boleh kan main kesini?" tanya Arshaka.
"Boleh sangatt boleh Ar" jawab Zaina.
"Yaudah gue balik ya Zai, kalo ada apa-apa bilang gue. Lo bisa chat atau telpon gue kapanpun."
Zaina tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. "Iya siap Ar, sekali lagu makasih banyak."
"Oke Zai"
"Hati-hati Ar" Zaina menunggu Arshaka berjalan lalu ia memasuki rumah.
Ketika Zaina memasuki rumah, Zaina dibuat kaget.
"Bagus keluyuran aja terus, kamu ini mau jadi apa setiap malem keluar terus" Omel sang mamah (Karina).
"Gabisa jawab kamu? Orang tua nanya tuh di jawab!!" Jean (Papah Zaina) pun mengomelkan Zaina karna zaina hanya diam saat ditanya.
"Aku engga abis dari mana-mana, aku keluar karena cape denger papah sama msmsh beran-"
PLAKK..
Belum selesai Zaina berbicara Jean menampar Zaina.
"KAMU ITU NGEJAWAB TERUS DIBILANGIN!" Bentak Jean ke Zaina.
"Urus anak aja gabisa kamu, dasar gabisa apa-apa kamu Cuma bisanya ngabisiin duit papah aja" bentak Jean pada Karina.
"UDAHHH SEMUA STOPP! Kenapa sih selalu berantem gabisa apa damai sebentar galiat ini rumah udah kayak aps, pecahan beling dimana-mana." Ucap Rama sang kakak Zaina.
Rama menghampiri Zaina dan memeluknya "Mamah dan papsh juga kenapa selalu aja marahin Zaina, dia ada salah apa sama kalian?"
"Yaudah mulai sekarang kamu rama yang urus ini rumah! Sama tuh adek, mamah kamu. Papah udah engga sanggup! Papah akan pergi dari sini!" tegas Jean sambil meninggalkan Rumah karena paph Zaina lebih memilih selingkuhannya.
Zaina dartadi hanya mematung detak jantungnya engga karuan, untuk menangis saja Zaina sudah tidak bisa.
Mamah Zaina membereskan beling-beling piring "Rama bawa adek kamu ke kamarnya"
Sebenernya mamah Zaina tidak pernah memarahi Zaina tanpa sebab karna tadi sedang emosi maka Zaina kena omel.
Pipi Zaina terasa panas akibat tamparan papahnya.
"Kamu sekarang tidur ya dek" kata Rama mengelus pipi Zaina.
Zaina menggeleng.
"kamu udah capek banget, udah tidur dulu. Besok kita jalan-jalan, okey?" bujuk Rama.
Zaina mengangguk setuju.
*****
Pesanan Aletha dan Biantara pun sudah selesai, dan ketika Aletha ingin pamit duluan pergi ditahan oleh Bian.
"Hhmm.. Aletha yuk gue anter pulang" Ajak Biantara.
Dengan cepat aletha menolak ajakan bian "Gausah bi gausah gue balik sendiri aja."
"Udah ayo searah ini, gaada penolakan!" Tegas Biantara.
Dan akhirnya Aletha pun nurut dan ikut ajakan Bian.
Karna jarak dari pecel lele ke rumah Aletha sangat dekat, hanya dengan waktu 3 menit mereka sudah sampai di rumah Aletha.
"Thanks Bi." Ucap Setelah turun dari motor Biantara.
Tak lupa Aletha mengajak Bian untuk mampir namun Bian menolak karna sudah malam dan takut di carikan bundanya.
"Gue balik ya Al" Bian pamit.
"Iya bi hati-hati" Aletha melambaikan tangannya.
Aletha masuk ke rumah dengan senyum-senyum sendiri.
Ketika lagi mengerjakan tugas Aletha menjadi malamun "Ko gue bisa nyaman ya kalo deket sama Bian dan aura nya dia tuh positif banget beda sama cowo lain, kira-kira dia udah punya pacar belum ya.? Berharap sih belum ya."
Tiba-tiba lamunan Aletha tersadar "Eheh ko jadi mikirin Biantara, lagian dia mana mau sama gue."
Sudah jam 23.30 Aletha bersiap untuk tidur namun sebelum tidur kebiasaan Aletha kalau sudah kepo akan dicari sampai dapat. Ia mencoba cari info Bian apakah sudah punya pacar atau belum, dan tentu saja dapat dan ternyata Bian jomblo tidak punya pacar.
Membuat Aletha senang. "Yessss, dia jomblo hahaha."
Thankyou for reading....