Popi duduk berhadapan dengan sang suami, dia menggigit kecil sudut bibirnya sambil menatap wajah sang suami yang baru saja selesai reda dari rasa kesal yang sangat amat luar biasa terhadap anak laki-laki mereka. "Mau bagaimana lagi, toh sudah terjadi," ujar Popi. Ben mengerutkan keningnya. "Siapa gadis itu?" tanya Ben penasaran. Popi mengedikan bahunya tanda tak tahu. "Nggak tau, foto yang dikirim Gaishan nggak sepenuhnya jelas, wajah Naufal bahkan dibuat jelas sementara wajah yang gadis ditutupin stiker sebagian. Opal juga nggak mau kasih tahu siapa gadis yang dia cium," jawab Popi. Ben menarik dan menghembuskan napas kesal. "Anak itu memang benar-benar. Sudah terlalu lama menyendiri jadi sudah seperti orang liar," cebik Ben. Popi memandangi serius wajah sang suami lalu dia membalas,

