Chapter 61

1667 Kata

"Aril, ayo jalan-jalan-aaaaaaaakkh!" Krek! Naufal menjerit sakit setelah Lia kecil memelintir tangannya. Suasana di tengah bandara terlihat kikuk. Naufal melepaskan tangan Lia kecil, dia mengusap pergelangan tangannya yang hampir patah. "Em … Adik Lia, ehem! ayo Kakak Opal antar pulang ke rumah Om Ibas," ujad Naufal berusaha menetralkan nada suaranya, namun dia masih mendesis pelan karena rasa sakit di pergelangan tangan kanan. Benar-benar nggak punya hati si Lia ini, batin Naufal mengutuk. Ekspresi wajah Lia kecil dingin, dia melirik ke arah sekeliling dan tersadar bahwa itu adalah bandara. Jadi, apakah dia tertidur lagi dan dikuasai oleh Ariella? pikir Lia kecil. Ah, itu sudah pasti, dia tidak mengingat apapun semenjak dia dan Naufal makan bersama di sebuah restoran Coto. Lia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN