Dua minggu kemudian. Naufal melihat sertifikat pabrik produksi senjata atas namanya. Dia manggut-manggut puas. Sementara itu, sekretaris Nabhan hanya bisa menahan sakit karena pabrik andalan mereka dipindahnamakan ke nama adik ipar dari pimpinan. Dia ingin sekali menarik kembali sertifikat itu, namun apa daya, dia tak punya kuasa, dia hanya bisa mematuhi apapun yang perintahkan oleh sang bos. "Saya butuh beberapa orang yang cakap dalam mengelola jalannya pabrik ini," ujar Naufal. Sekretaris itu menatap wajah Naufal, dia masih diam, menunggu apa kata-kata yang akan diucapkan selanjutnya. Namun, Naufal malah meraih ponsel yang berada di atas meja dan menelpon seseorang. "Halo, Kakak Ipar," ujar Naufal. Balasan dari seberang. Ketika mendengar kata 'kakak ipar' yang diucapkan oleh Nau

