Seperti biasa, sebelum pulang, Disa harus membuang sampah terlebih dahulu. Saat gadis itu hendak menumpuk plastik sampah ketiga, ia agak menemui kesulitan di sana. Tapi beruntungnya, sepasang tangan berhasil membantunya dengan sigap. "Terima kasih banyak!" Ucap Disa, bahkan sebelum ia melihat siapa sosok yang membantunya itu. "Sama-sama." Balasnya. Pun Disa langsung mengenali suara itu, lantas ia segera menoleh, dan, benar. Sesuai dugaannya, lelaki itu adalah Rio. "Aku sudah bilang kalau akan menjemputmu, bukan?" Memang, urusan tepat menepati janji, patut Disa akui Rio memang tiada dua. Kalau dia berjanji akan datang jam 7, maka dia akan benar-benar datang pada jam 7. Tidak ada yang namanya berjanji jam 7 lalu datang jam 10. Sepanjang sejarah tercatat, Rio tidak pernah seperti itu. "K

