Disa menjalani pekerjaannya dengan begitu bersemangat hari ini. Ya, memang setiap harinya pun selalu bersemangat. Tapi, hari ini sedikit berbeda. Sebab menurut perhitungannya, uang yang ia kumpulkan selama menjadi pekerja paruh waktu sudah cukup untuk membelikan Aksa hadiah. Yaa meskipun ia tetap tidak bisa memberikan kamera yang semula menjadi tujuannya. "Selamat datang!" Sapa Disa ketika pintu minimarket bersuara, pertanda ada seseorang yang datang. "Oh, Kak Rio?" Pun lelaki yang disebut namanya itu menyimpulkan senyum. Tak lama berselang, pintu kembali bersuara. "Selamat da... tang!" Mata Disa seketika berbinar mendapati siapa yang datang kali ini. Sedang Rio, ia langsung melayangkan tatapan tajam pada lelaki yang masih berdiri di ambang pintu. Jika kau berada di sini, mungkin kau

