"Berikutnya sambutan dari perwakilan murid. Kepada Aksa, kami persilakan." Ucap sang pembawa acara. Pun mendengar namanya telah disebut, lelaki itu bangkit dari duduknya dan membawa kakinya melangkah menuju ke panggung. Dari tempatnya berada, Disa mengiringi langkah pujaan hatinya itu sampai ia telah berada di balik mimbar. Pun sang ibu tak ketinggalan, langsung mengarahkan kameranya untuk menyorot sang putra yang berdiri di depan sana. "Setelah 3 tahun ini, seberapa jauh kita akan melangkah? Dan setelah bab ini selesai, kemana kita akan pergi? Membuka restoran kah? Atau, justru menjadi b***k korporat? Bahkan aku tidak tahu ke arah mana aku harus pergi. Sampai detik ini, aku masih belum menemukannya," Aksa menjeda kalimatnya. "Tapi, aku berhasil menemukan sesuatu yang lain. Ini berkat s

