"Aku benar-benar minta maaf." Kata ayah Disa. "Itu tidak masalah." Sahut ibu Aksa, sembari menyajikan dua cangkir kopi di atas meja. Sepulang dari rumah sakit, ayah Disa memutuskan untuk mampir sejenak ke kediaman Aksa, semata hanya untuk meminta permohonan maaf atas rasa tidak hati. Sebab karena demi menyelematkan putrinya, Aksa jadi tidak bisa mengikuti ujian. "Itu benar. Setelah mengantar Disa ke rumah sakit, dia masih punya banyak waktu untuk mengikuti ujian. Tapi dia memilih untuk tidak pergi." Jelas ayah Aksa. "Tapi… Tetap saja, itu karena putri saya lah penyebabnya." Ucap ayah Disa lagi. "Aksa pasti punya sesuatu dalam pikirannya. Jangan khawatir… Dia memang tidak berencana untuk pergi ujian sebelumnya. Yah… Seorang remaja yang tidak menjadi pemberontak, bukanlah remaja namanya.

