Empatpuluhtiga

1231 Kata

Aksa mengikat tali sepatunya, kemudian dirinya bangkit. Lelaki itu telah bersiap untuk mengikut ujian masuk universitas hari ini. Dengan membawa ransel hitamnya, Aksa pun pamit pada kedua orangtuanya. Ibu Aksa menghampiri putra sulungnya itu, merapikan kembali kerah seragam putranya yang sebetulnya sudah rapi. "Berikan yang terbaik, semangat!" Kata sang ibu. "Good luck, Kak!" Adiknya pun turut memberinya ucapan semangat pagi ini. "Lakukanlah yang terbaik." Ayahnya pun bersuara. "Baiklah. Aku pergi." Pamitnya. Barulah Aksa membawa kakinya melangkah meninggalkan kediamannya. Sementara di tempat yang berbeda, Disa melirik jam dinding yang terpasang pada tembok ruang keluarganya. Gadis itu nampak gelisah, sedari tadi mondar-mandir sampai membuat ayahnya yang tengah menyaksikan siaran tel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN