(Pov Jihan) "Gimana nih Kak, Zia mau ketemu Kak Anggi... " Aduku keesokan harinya. Awalnya Kak Nasim nampak bingung, tapi setelahnya ia tersenyum, entah kenapa membuatku jadi lebih tenang. "Udah jangan dipikirin. Sekarang, kamu makan aja dulu," ujar Kak Nasim. Aku menggeleng pelan, meski sudah tenang, tetap saja tinggal dua hari lagi menuju hari ahad, bagaimana bisa aku tidak kepikiran ? "Makan dulu ...." ujar Kak Nasim lembut. Aku masih tidak mengindahkan perkataan Kak Nasim ataupun semangkok bakso di hadapanku, yang bisanya aromannya tidak pernah gagal membujukku untuk menyantapnya. Kepalaku terlalu penuh, berisik, aku tidak bisa menghentikannya begitu saja. "Jihan, makan dulu ...." seru Kak Nasim lagi, kali ini nada suaranya terdengar lebih tegas. Aku menghela napas, masih belum i

