Tersesat

3111 Kata

(Pov Jihan) Hari ke tujuh pacaran, Aku tersenyum simpul, tidak terasa hubungan ini sudah genap satu pekan. Sudah banyak kenangan yang aku rangkai bersama Kak Nasim. "Kak, kita gak usah makan mie ayam di sini, ya ...." pintaku pelan. "Loh, bukannya kamu pernah cerita kalo kamu suka banget mie ayam di sini?" Aku spontan memilan baku jariku. "Iya, kalo makan di rumah. Kalo makan di sini, aku gak mau ..." "Kenapa?" Kak Nasim mengedarkan pandangannya ke sekitar warung sate yang letaknya tidak jauh dari kampusku. "Kamu takut ketemu teman kamu di sini? Kamu takut mereka lihat saya? Kamu malu kalo sama saya? " "Eh, bukan itu." Aku menggeleng cepat. "Aku gak malu kok makan bareng Kakak. Kenapa aku mesti malu?" cicitku pelan. "Terus kenapa kamu gak mau makan di sini?" tanya Kak Nasim la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN