(Pov Jihan) "Mari stay halal ...." pekik aku dan Zia begitu kami selesai kajian "Jomblo fisabillah ...." Aku spontan tersenyum kecil mengingat kalimat itu. Kalimat yang dulu menjadi prinsip hidupku. Kalimat yang aku ucapkan dengan segenap kepercayaan diri. Aku si naif yang berpikir dengan ilmu yang aku dapat, akan melindungiku dari godaan pacaran. "Pacaran itu dosa. Aku gak mungkin pacaran," ikrarku pada diri sendiri. Memang benar, kata-kata hanya mudah diucap, tapi saat ujian itu datang, seketika semuanya berbalik. Kalimat itu seolah asing bagiku, tidak ada kata jomblo fisabillah saat Kak Nasim datang, membawa segudang cinta yang membuatku tidak kuasa berkata tidak. "Ada yang ingin saya katakan." Di ujung seberang sana suara kak Nasik terdengar serius. Aku makin mendekatkan ponsel k

