"Idih, caknyo sebok nian kawan aku siko ini...." celetuk Derry dengan logat Palembang yang sangat kental. Nasim tersenyum lebar, menyambut kedatangan sahabatnya itu. "Derry.. ." Setelah lama tidak berjumpa, Nasim dan Derry sama-sama melepas rindu, berpelukan hangat. Bagi Nasim, Derry sudah seperti saudara laki-lakinya, Derry kadang juga menjadi kakak atau adik bagi Nasim. Begitu pun Derry menganggap Nasim. Keduanya yang bernasib sama, anak tunggal. "Caknyo bahagia nian hari ini," ujar Derry, melepas pelukan, menatap bangga sahabatnya dalam balutan seragam polisi lengkap, kelihatan sangat gagah, menepuk pelan bahu Nasim, seketika lupa kalo Nasim baru saja pulih. Jahitan di perutnya, masih belum kering betul, meski Nasim sudah diperbolehkan untuk berkerja, itu pun hanya duduk saja di

