Jina tidak tahu lagi kemana langkahnya akan bergerak, semua seolah suram. Fakta yang baru ia ketahui menambah semua daftar keburukan dalam hidupnya. Tidak ada lagi hasrat menggebuh seperti Jina muda yang sangat ingin mencari ayah, berharap mendapatkan kasih sayang, hangat, selayaknya teman-temannya dulu. Hanya Nasim yang kini menjadi tujuan hidup Jina. Jina tidak ingin lagi-lagi kehilangan sesuatu dalam hidupnya, cukup kehilangan dirinya. Kini, apa pun caranya Jina akan kembali merebut Nasim. Jina tidak akan pernah melepas kebahagiaannya lagi. Dia ingin mendapatkan Nasim! "Senang akhirnya bertemu lagi denganmu, Jina. Bagaimana keadaan Nasim? Apa masih buruk? Saya sangat kaget mendapati kabar ini dari kamu. Saya mencoba menghubungi Nasim, tapi nomornya tidak aktif." Jina tersenyum simp

