“Terima kasih untuk segala perjuangan yang sudah kamu lakukan untuk saya.” –Jingga *** “Bu ...,” panggil Lana pada ibunya yang sedang melipat pakaian. Lina menoleh, “Kenapa?” tanyanya. Saat ini di tangannya terdapat kemeja yang dulu sering digunakan suaminya untuk bekerja dan sekarang dia menjadi sering memakai kemeja tersebut kalau sedang berjualan di pasar. Lana menarik napasnya pelan, kemudian melepaskannya perlahan, “Jingga mau berbicara,” ujarnya. Lina mengangguk, lalu melepaskan kemeja yang tadi ada di tangannya. Ia memokuskan pendengaran dan penglihatannya untuk apa yang akan anaknya bicarakan. Karena, akan ada hal penting saat Lana menjadi seserius ini. Lana menggigit bibirnya, masih berusaha mengumpulkan keberanian, “Kalau Jingga pergi ke Bandung, sama Bagas, boleh, Bu?” t

