Kedua Puluh Tiga

1220 Kata

“Kamu itu sudah istimewa dengan caramu sendiri, kok.” –Biru *** “Teman-teman.” Lana masih tergugu, lidahnya amat kelu, airmatanya masih asyik mengalir. “Iya, Lan! Kita temen lo,” ujar Intan. Seisi kelas mengangguk kecuali Hesti, Niken dan Lexy yang justru memasang wajah tak suka. “Teman, apa saya boleh merasakan pelukan dari kalian sebagai teman?” pintanya. Seluruh perempuan di kelas mereka kecuali Hesti, Lexy dan Niken langsung berlari ke arah Lana. Mereka memeluk gadis itu hingga dia merasakan semakin sesak, sesak karena bahagia. “Pengen ngikut meluk juga woi!” celetuk Zoe. “Pengen juga ngerasain dipeluk Lana woi!” celetuk yang lain. Mata Bagas menjelit lebar, “WOI! JAGA WOI TU CONGOR, JAGA!!!!” sergahnya, seisi kelas tertawa. “Teman-teman,” panggil Lana di sela sesak bahagianya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN