Kedua Puluh Dua

1047 Kata

“Terima kasih karena sudah memberikan arti teman yang sebenarnya kepada saya, Biru.” –Jingga *** Pelajaran di hari Rabu yang amat padat akhirnya selesai juga dengan suara indah bel tanda pulang sekolah. Lana menyeka keringatnya, Bagas meregangkan badannya. Tiba-tiba Bagas maju ke depan kelas. “Temen-temen, gue mau kasih pengumuman, jangan pulang dulu,” ujarnya, yang mendiamkan kelas yang semula amat bising. “Wuhaaa, apaan tuh?” tanya Bara. “Jadian sama Lana kali,” celetuk Reno. Bagas tertawa sumbang, “Maunya gue begitu, Lananya belom mau, doain deh!” celetuknya, kemudian melirik ke arah Lana. Sayangnya, gadis itu tidak peduli. “Atau sekarang lo mau nembak si Lana?” tanya Zoe. “Udah sering, sob! Udah sering. Pedih gue ditolak mulu,” curhat Bagas. “Kamu sama aku enggak mau!” celet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN