Kedelapan

1037 Kata

“Sangat jarang melihat gadis manis ini tersenyum dan berekspresi, jika kamu yang menjadi alasannya, maka kamu adalah laki-laki yang beruntung.” –Ibu *** Lana melanjutkan jalan kakinya hingga tiba ke rumah. Karena, dari danau tersebut untuk ke rumahnya berjalan cukup dekat. Tidak perlu naik angkot sampai ke ujung dan sebagainya. Walau jalan yang dilewatinya cukup rimbun karena masih di lingkungan hutan. Beberapa kali ia harus melewati g**g sempit dan menyapa penduduk di sana. Barulah dia tiba di rumahnya. Saat Lana baru sampai di rumahnya, ia melihat Ibunya sedang duduk di beranda rumah ditemani majalah mengenai masakan yang sudah sedikit usang. Ibunya tak pernah bosan membaca majalah itu, majalah-majalah yang dibelikan oleh ayahnya. Walau dia merasakan kalau masakannya sang ibu lebih en

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN