Kedua Belas

1193 Kata

“Saya mohon, berjanjilah untuk tidak pernah hilang. Karena, saya sudah lelah untuk menghadapi perasaan sakit saat kehilangan.” –Jingga *** “Biru,” panggil Lana di sela-sela sedannya. Ia menoleh ke arah Bagas, menatap laki-laki itu dengan tatapan nanar bercampur binar. Setelahnya ia meringis karena bingung pada dirinya sendiri. Dia ini kenapa, sih? Bagas sedikit kaget ketika menyadari bahwa Lana mengetahui keberadaan dirinya dan tiba-tiba memandang ke arahnya, “Ya?” jawabnya. “Kenapa kamu ke sini?” tanya Lana. “Khawatir,” jawab Bagas ringkas. Lana memekarkan dirinya, menghapus sisa-sisa airmatanya, meski airmata baru menyusul turun membasahi pipinya. “Dengan saya?” tanyanya sembari menoleh menatap Bagas lagi. Kali ini mata mereka kembali bertemu. Bagas mengangguk. “Siapa lagi memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN