Kesebelas

1000 Kata

“Jangan diam, kau memang selalu diam, tetapi diammu kali ini lebih menusukku, Jingga.” –Biru *** Sudah dua bulan mereka saling dekat dan berteman. Minggu ini adalah minggu ulangan tengah smester. Soal-soal silih berganti menyambangi otak mereka, mengepulkan asap yang tak kasat mata. Soal-soal yang menjelimat bergriliya menyapa relung-relung kebingungan dan kepusingan, terlebih bagi Lana. “Jingga, bisa mengerjakan soalnya?” tanya Bagas saat mereka sudah selesai melewati ulangan tengah smester pada mata pelajaran kimia, akan tetapi yang diajak berbicara hanya diam dan bungkam. Bagas menoel hidung minimalis milik gadis itu. “Duh, mukanya jangan masam begitu, jelek!” ejeknya, Lana tetap diam. “Lana, mau ke pantai tidak sore nanti?” tanya Bagas, Lana masih diam. Bagas bingung atas aksi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN