“Biru, sekali lagi untuk semuanya saya ucapkan tigaribu terima kasih.” –Jingga *** Lina menyeringai sebagai bentuk jawaban pertama dari pertanyaan anaknya tersebut. Lina mengambil napas, seraya menatap Bagas yang sedang mematung menatap Lana sejenak, “Sebenarnya Nak Albi maunya merayakan ulang tahun Jingga di panti asuhan, tempat anak-anak ini,” ujarnya seraya menunjuk anak-anak panti yang sedang tersenyum ceria, menghadirkan senyum untuk Lana juga. “Tapi sayangnya anak ibu yang susah ditaklukan ini, malah kabur dan meninggalkan Albi. Padahal Ibu dan anak-anak panti sudah menunggu dan sudah mendekor di panti asuhan. Tapi, ujuk-ujuk datang Albi dengan muka kusut. Dia meracau acaranya gagal, tapi pada akhirnya Albi punya ide untuk memindahkan semuanya ke rumah kita, karena Jingga pasti

