“Jangankan sebulan, satu menit saja aku sudah kewalahan.” –Biru *** “Selamat pagi, Jingga!” sapa Bagas yang baru saja datang. Lana tersenyum simpul, sementara Hesti mengerut pucat. Takut Bagas mengetahui kelakuannya. Bagas memperhatikan wajah Lana dan Hesti bergantian. “Kalian sedang apa?” tanyanya. Hesti menautkan dua jemarinya, “Ngghhh,” gumamnya, kemudian menggigit bibir. “Hanya bercengkrama,” balas Jingga tenang. “Aku ke bangkuku dulu,” pamit Hesti salah tingkah, lalu memungut tasnya yang terjatuh ke lantai akibat perbuatannya tadi. “Kamu diapakan sama dia, Jing?” tanya Bagas khawatir. “Saya tidak diapa-apakan, dia hanya mencoba berteman sama saya,” balas Lana. “Kenapa?” Bagas mengangguk, “Oh, baguslah! Artinya kamu akan mempunyai banyak teman,” harapnya. Lana hanya mengang

