“Jarak yang jauh ternyata menunjukkan kalau aku semakin khawatir terhadapmu.” –Biru *** “Jingga …,” panggil Bagas takut-takut. Lana yang sedang membereskan mejanya menoleh, “Kenapa?” “Serius kamu pulangnya tidak mau bersama aku?” tanya Bagas mengulangi pertanyaan yang selalu ia tanyakan pada Lana setelah gadis itu mengatakan dirinya ingin pulang sendiri. “Kamu sudah dua puluh kali menanyakan itu, Biru,” ujar Lana, “Jawabannya tetap sama,” sambungnya. “Kamu selalu menghitung hal-hal seperti ini,” p***s Bagas. Lana bergumam. “Masalahnya sama kamu apa, ya?” “Enggak ada.” Bagas menggeleng, “Hmmm, mau bersama ke gerbang sekolah?” tawarnya. Lana menggeleng, “Kamu duluan saja, saya masih mau menuliskan sesuatu,” ujarnya. Kemudian, ia merogoh tasnya dan mengambil dua benda pamungkasnya,

