Chapter 20 - Nafsuu Sang Boss (part 1)

2677 Kata

Hujan rintik-rintik langsung turun begitu jarum jam menunjuk tepat di angka jam 12 siang. Cuaca yang tadinya lumayan cerah langsung berubah mendung. Awan yang berubah semakin gelap hanya menambah kesan muram alias gloomy hari ini. Selain karena memang sudah musim hujan, semesta seolah-olah mewakili bagaimana muramnya perasaaan seorang Aldrian Rivellino. Ya, begitu mendengar nama Aletta disebut, jantung Aldrian seketika langsung berdegup kencang. Napasnya memburu, seolah-olah habis lari ribuan kilometer tanpa henti. Aletta Maheswara, rahasia kelam masa lalunya. “Anak itu .. Dia sekarang kerja di kantor Damian?” tanya Aldrian setelah berhasil mengatur napasnya sejenak. Agnia mengangguk, “Iya.” Agnia, yang tadinya senang setengah mati karena sudah berhasil menciptakan gelombang perang di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN