Agnia Anandita tidak pernah menyangka hatinya akan terasa sesakit ini. Hati Agnia terasa perih begitu melihat Damian yang ternyata sedang asik berduaan dengan perempuan lain. Rasa perihnya melebihi luka gores yang tersiram cuka. Begitu masuk ruangan kerja Damian, Agnia terdiam sejenak memperhatikan perempuan yang sedang asik duduk dengan wajah super polosnya di atas meja kerja Damian. Perempuan itu nampak sangat kacau. Kancing-kancing kemeja putih yang digunakan perempuan itu sudah terbuka, menampilkan kedua gundukannya yang ranum dan masih tertutup bra warna pink. Sebagai sesama perempuan, Agnia harus akui kalau ‘aset negara’ alias gunung kembar milik perempuan itu jauh lebih bagus. Dari segi bentuk maupun dari segi ukuran, kalau dibandingkan dengan milik Agnia, Agnia pasti bakal kalah.

